Rabu, 14/12/2022 16:23 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan berhasil melatih 221.721 petani milenial di seluruh Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi pada acara Konferensi Pers Harmonisasi dan Apresiasi SDM Pertanian tahun 2022 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (14/12).
"Alhamdulillah, dua tahun lalu, Bapak Jokowi sudah mengukuhkan 2 ribu petani milenial di seluruh Indonesia. Sekarang, kita sudah menggarap petani milenial di seluruh Indonesia 221.721 orang," kata Dedi.
Dedi menambahkan, dari 221.721 petani milenial yang telah dilatih tersebut, 38.799 orang di antaranya yang sudah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total lebih dari Rp 2,2 triliun.
KPK Panggil Anak Eks Mentan SYL Terkait Kasus TPPU
KPK Segera Tindaklanjuti Penerimaan Jam Tangan Mewah Sudin
KPK Dalami Dugaan Anggota DPR Sudin Terima Uang Korupsi SYL
Selanjutnya, dikatakan Dedi bahwa salah satu indikator keberhasilan membangun petani milenial yang profesional, mandiri, modern, dan berjiwa entrepreneurship adalah tingginya serapan dan pemanfaatan KUR dan hal itu telah diwujudkan BPPSDMP melalui pelatihan-pelatihan.
Dedi mencatat, melalui Program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh, yang rutin digelar oleh BPPSDMP, sebanyak 671.090 petani yang telah mengakes KUR dengan jumlah akad senilai Rp 40 triliun
Kementan juga telah memberikan pelatihan entrepreneur sebanyak 22 juta petani, 4.069.112 orang di antaranya telah mampu mengakses KUR dengan jumlah outstanding KUR senilai Rp 66 triliun.
"Ini menjadi ukuran bahwa petani kita serius membangun wirausaha. Kalau dia sudah meminjam KUR berarti dia sudah serius membangun wirausahanya. Kenapa? Kredit itu harus dikembalikan, sehingga usahanya berkembang," kata Dedi.
Untuk terus meningkatkan wirausaha pertanian, Dedi mengatakan, Kementan juga terus memasifkan informasi melalui diseminasi informasi pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi.
Berbagai pelatihan yang dilakukan di antaranya melalui program Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP), Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras), Bertani on Cloud (BoC), Milenial Agricultural Forum (MAF), webinar, podcast dan TV show, Trainer of Trainer, hingga Pelatihan Sejuta Petani yang menyerap 6,8 juta partisipan.
Terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani menjadi petani pengusaha milenial yang berorientasi pada kebutuhan pasar atau konsumen.
"Ancaman krisis pangan global dapat diantisipasi jika petani mau mengubah cara berpikir konvensionalnya menjadi petani pengusaha milenial," kata Mentan Syahrul pada acara Mendadak Anchor, Jakarta, Kamis (24/11).
Mentan Syahrul mengatakan, petani milenial yang mempunyai militansi tinggi dan akrab dengan teknologi informasi harus menjadikan pertanian sebagai profesi mendapatkan keuntungan.
"Bertani tidak hanya untuk kebutuhan diri sendiri. Kita harus berpikir kepada apa sih yang dibutuhkan dunia. Ekspor Indonesia tumbuh di atas 38 persen, tidak pernah dicapai itu sebelumnya. Itu tandanya pertanian terbuka untuk kita akses sebagai profesi khususnya untuk perdagangan," tegas Mentan.