Untar Tuan Rumah Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia 2022

Jum'at, 18/11/2022 21:53 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Universitas Tarumanagara (Untar) menjadi tuan rumah Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2022. Ajang hasil kerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek ini diikuti oleh 13 perguruan tinggi yang terdiri dari 16 finalis untuk kategori baja dan beton.

13 perguruan tinggi tersebut ialah Universitas Tarumanagara, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Negeri Pontianak, Universitas Jember, Universitas Lampung, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Politeknik Negeri Malang.

Rektor Universitas Tarumanagara, Agustinus Purna Irawan mengatakan bahwa dalam kegiatan ini akan menghasilkan output berupa sebuah prototipe gedung hasil dari rancangan bangunan gedung yang dibuat oleh masing-masing peserta. Prototipe tersebut juga akan diuji untuk mengetahui ketahanannya terhadap gempa bumi.

"Outputnya mereka membuat rancangan dan restorasi, kemudian dipraktikkan rancangan mereka dalam bentuk fisik, dan dilihat apakah ada kesesuaian antara rancangan dengan bentuk fisik," terang Agustinus kepada awak media di Jakarta pada Jumat (18/11).

Agustinus menyebut hasil project mahasiswa ini bukan tidak mungkin akan dilirik oleh dunia industri. Namun, tetap memerlukan penyesuaian sesuai standar yang ada ketika diimplementasikan.

"Kalau mahasiswa masih ideal sekali, hitungannya ketat, simulasinya, tapi di lapangan ada penyesuaian. Nah itulah, apakah penyesuaian itu merugikan atau tidak. Kalau hanya sekadar menghasilkan produk kemudian dilepas begitu saja punya keuntungan, tanggung jawab moral itu yang sangat membahayakan," ujar Agustinus.

Sementara itu, Koordinator Kerjasama Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Rizal Alfian menyebut kegiatan KBGI 2022 merupakan bagian dari upaya pemerintah memfasilitasi talenta yang ada di pergugruan tinggi.

Hal ini dinilai penting agar mahasiswa memiliki wadah dalam menunjukkan karya dan kompetensinya, sekaligus bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Mereka mencipta karya, dengan adanya project yang dilakukan mereka betul-betul akan merasakan bagaimana nanti di dunia profesi seperti pekerjaan di realitanya," tutup Rizal.

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA