Rabu, 16/11/2022 07:45 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi mendesak kembali ke diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia mengulangi seruan negara Asia Selatan untuk perdamaian dalam konflik yang sedang berlangsung.
India tidak mengutuk invasi Moskow ke Ukraina, tetapi Modi mengatakan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin pada bulan September bahwa era saat ini bukanlah era perang.
"Saya telah berulang kali mengatakan bahwa kita harus menemukan cara untuk kembali ke jalur gencatan senjata dan diplomasi di Ukraina," kata Modi dalam sambutan pembukaannya di KTT Kelompok 20 (G20) di Bali, Indonesia.
"Kebutuhan saat ini adalah untuk menunjukkan tekad yang konkret dan kolektif untuk memastikan perdamaian, keharmonisan, dan keamanan di dunia," sambungnya.
Banyak Maskapai Tercekik, India Pangkas Tarif Operasional Bandara
India Kian Dekat Bisa Produksi Bahan Nuklir di dalam Negeri
Modi Tenangkan Rakyat India, Pastikan Stok Gas Aman
KTT tersebut menandai pertama kalinya para pemimpin G20 bertemu sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, yang digambarkan Moskow sebagai operasi militer khusus.
Rusia telah menjadi pemasok peralatan militer terbesar India selama beberapa dekade dan merupakan pasar terbesar keempat untuk produk farmasi India.
India telah menjadi pelanggan minyak terbesar Rusia setelah China, karena pengilangnya mengambil kargo minyak mentah dengan potongan harga yang dijauhi oleh pembeli Barat.
Pejabat India mengatakan penyulingan domestik akan terus membeli minyak Rusia dengan harga diskon - meskipun ada upaya dari Amerika Serikat dan sekutu Barat untuk memberlakukan batasan harga pada ekspor minyak Rusia - karena ini menguntungkan ekonomi India.
Ia mengatakan, seharusnya tidak ada pembatasan pasokan energi dan stabilitas di pasar energi harus dipastikan. "Keamanan energi India juga penting untuk pertumbuhan global,” kata Modi, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian luar negeri India.
"Kekurangan pupuk hari ini adalah krisis pangan besok, yang dunia tidak akan memiliki solusinya. Kita harus membuat kesepakatan bersama untuk menjaga rantai pasokan pupuk dan biji-bijian tetap stabil dan terjamin," kata Modi juga.
Sumber: Reuters