Bebasnya el Chapo, Mafia Narkoba Terbesar di Malam Pelantikan Trump

Sabtu, 21/01/2017 11:12 WIB

New York - Gembong narkoba paling dicari di AS, Joaquin "El Chapo" Guzman, tampak di pengadilan AS pada hari Jumat (20/01) setelah ekstradisi mengejutkan pada Kamis sebelumnya dari Meksiko. Ia mengaku tak bersalah atas semua tuduhan perdagangan narkoba terbesar di dunia selama puluhan tahun yang dituduhkan kepadanya.

Guzman (59), dikenal sebagai salah satu bandar narkoba terbesar yang paling dicari di dunia. Ia didampingi dua pengacara yang ditunjuk pengadilan selama di pengadilan federal di Brooklyn, New York. Di pengadilan itu pula, el Chapo, dibebaskan dari semua tuduhan.

El Chapo, atau Shorty begitu ia dipanggil dalam bahasa Spanyol, dibebaskan pada malam pelantikan Donald Trump dan itu menimbulkan polemik keamanan, juga memunculkan dugaan-dugaan permainan di belakang layar atas keberadaannya di New York.

Beberapa pejabat berpendapat bahwa bebasnya Guzman memiliki kaitan kepemimpinan Trump, dan sebagian pejabat lainnya mengatakan bahwa bebasnya bandar narkoba terbesar itu sudah direncanakan pada akhir kepemimpinan Barack Obama.

Upaya pembebasan el Chapo tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kerja sama keamanan dan kelancaran meningkatkan hubungan kedua negara tersebut.[]

TERKINI
Ini 5 Waktu Terbaik untuk Berdoa di Hari Jumat Pakistan Ancam Perangi India jika Lanjutkan Proyek "Politisasi" Sungai 3 Pemain dengan Penampilan Terbanyak di Piala Dunia Andoni Iraola Resmi Jadi Pelatih Kepala Liverpool