Rabu, 09/11/2022 23:00 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Inggris, Leo Docherty, memastikan bahwa dana penjualan Chelsea dari konglomerat Rusia, Roman Abramovich, akan disalurkan untuk membantu warga Ukraina yang saat ini terkena invasi Moskow.
Hal ini disampaikan guna menanggapi pertanyaan dari anggota parlemen Inggris, Chris Bryant terkait penggunaan dana penjualan Chelsea ke Todd Boehly sebesar 4,25 miliar pounds pada Mei 2022 lalu.
"Chelsea dijual seharga 3,5 miliar pounds beberapa bulan lalu. Apakah uang itu sudah sampai ke Ukraina? Jika tidak, mengapa?" tanya Bryant dikutip dari Goal pada Rabu (9/11).
Doherty menjawab, "Dananya masih dibekukan di rekening bank Inggris. Proses administrasi masih berlangsung dan lisensi sedang diajukan. Kami harap ini adalah awal perjalanannya ke Ukraina untuk membantu orang-orang di mana mereka membutuhkan bantuan."
Drone Ukraina Hantam Tiga Kapal Perang Rusia di Krime
Arteta Tegaskan Arsenal Incar Kemenangan Lawan Manchester City
Carrick Puji Insting Gol Casemiro, Sebut Punya Indra Keenam
Abramovich menjual Chelsea pada awal tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina, akibat sanksi yang dijatuhkan kepada pemerintah dan outlet bisnis Rusia seperti dirinya.
Dana yang diperoleh dari penjualan itu akan disimpan di rekening pemerintah Inggris, sebelum dirilis untuk membantu Ukraina dalam beberapa kapasitas, tetapi pencairannya belum terbukti secara langsung.
Penjualan tiba-tiba di tengah sanksi membuat The Blues sempat keteteran. Beruntung, Boehly langsung belanja pemain pada bursa transfer musim panas lalu, untuk mengembalikan keseimbangan tim.
Keyword : Chelsea Inggris Ukraina Abramovich