Selasa, 18/10/2022 07:23 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Moskow dan Kyiv telah melakukan salah satu pertukaran tahanan terbesar dalam perang sejauh ini, menukar total 218 tahanan, termasuk 108 wanita Ukraina, kata pejabat dari kedua negara.
Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak mengatakan ada 12 warga sipil di antara para wanita yang dibebaskan pada Senin.
"Pertukaran tawanan perang skala besar lainnya dilakukan hari ini," tulis Yermak di aplikasi perpesanan Telegram. "Kami membebaskan 108 wanita dari penangkaran. Itu adalah pertukaran wanita pertama (Ukraina)."
Ia mengatakan, 37 wanita telah ditangkap setelah pasukan Rusia mengambil alih pabrik baja Azovstal di kota Mariupol pada Mei.
Putra Mahkota Saudi dan Kepala Dana Kekayaan Rusia Terlibat Pembebasan Tahanan AS
115 Tawanan Perang dari Rusia dan Ukraina Berhasil Dipulangkan
Anak-anak Agen Mata-mata Rusia Baru Tahu bahwa Mereka adalah Warga Rusia
Mariupol, sebuah kota pelabuhan di Laut Azov di tenggara Ukraina, bertahan selama berminggu-minggu dari pengeboman Rusia. Perlawanan terkonsentrasi di jaringan terowongan yang padat di bawah pabrik baja Azovstal.
"Ukraina tidak meninggalkan siapa pun," kata Yermak. Menurutnya, beberapa orang yang dipertukarkan adalah ibu-ibu dan anak perempuan yang selama ini disandingkan.
Foto yang dirilis oleh Yermak menunjukkan lusinan wanita, beberapa mengenakan mantel dan seragam militer, turun dari bus putih. Wanita tertua berusia 62 tahun sedangkan yang termuda berusia 21 tahun, kata Markas Besar Koordinasi Perlakuan Tawanan Perang.
Kementerian pertahanan Rusia mengkonfirmasi pertukaran tersebut, dengan mengatakan 110 orang Rusia dibebaskan, termasuk 72 pelaut dari kapal komersial yang ditahan sejak Februari.
Dikatakan semua yang kembali akan diterbangkan ke Moskow dan diberikan bantuan medis dan psikologis.
Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan beberapa wanita yang dibebaskan telah dipenjara sejak 2019 setelah ditahan oleh otoritas pro-Moskow di wilayah timur.
Pertukaran terakhir dilakukan setelah pertukaran tahanan pekan lalu ketika kedua belah pihak dua kali bertukar puluhan tentara.
Sumber: Al Jazeera