Senin, 17/10/2022 15:58 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali sejak Minggu (16/10) kemarin hingga Senin (17/10) mengakibatkan banjir bandang di 18 desa.
Bencana alam ini juga membuat Jembatan Biluk Poh, Desa Penyaringan, Mendoyo yang menghubungkan jalur Gilimanuk-Denpasar tidak bisa dilalui, karena dipenuhi oleh material banjir bandang.
"Akses jalur Gilimanuk-Denpasar tertutup di Mendoyo. Tadi malam air meluap dan menyeret material kayu hingga menutup jalan," kata Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan unggahan akun @infojembrana di Instagram, tampak Jembatan Biluk Poh tertutup oleh tumpukan kayu yang dibawa oleh banjir. Melihat situasi ini, mustahil kendaraan bisa melewati jembatan.
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 633 Orang, Hampir 3.000 Masih Hilang
WNA Berulah di Bali, Mafirion: Jangan Tunggu Viral Baru Ditindak
Korban Banjir Bandang Nepal Tembus 623 Orang, Lebih dari 1.100 Masih Hilang
"Jembatan Biluk Poh-Mendoyo masih dalam proses evakuasi oleh kepolisian setempat maupun Satgas Penanggulangan Bencana," tulis akun tersebut.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang berada di lokasi bencana mengimbau masyarakat yang berecana melalui jalur Denpasar-Gilimanuk, supaya dibatalkan.
"Jangan menggunakan jalan itu. Dan kami mengimbau masyarakat agar tenang, tetap koordinasi, kami secepatnya dengan jajaran Forkopimda dan jajaran mengatasi masalah yang ada," kata Bupati Tamba.
Keyword : Banjir Jembrana Denpasar-Gilimanuk Bali