Senin, 17/10/2022 15:58 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali sejak Minggu (16/10) kemarin hingga Senin (17/10) mengakibatkan banjir bandang di 18 desa.
Bencana alam ini juga membuat Jembatan Biluk Poh, Desa Penyaringan, Mendoyo yang menghubungkan jalur Gilimanuk-Denpasar tidak bisa dilalui, karena dipenuhi oleh material banjir bandang.
"Akses jalur Gilimanuk-Denpasar tertutup di Mendoyo. Tadi malam air meluap dan menyeret material kayu hingga menutup jalan," kata Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana dikutip dari Kompas.com.
Berdasarkan unggahan akun @infojembrana di Instagram, tampak Jembatan Biluk Poh tertutup oleh tumpukan kayu yang dibawa oleh banjir. Melihat situasi ini, mustahil kendaraan bisa melewati jembatan.
Menteri PPPA Kecam Penyiksaan Balita, Desak Penegakan Hukum-Pemulihan Korba
Hari Raya Kuningan 27 Juni 2026, Ini Sejarah hingga Maknanya
Kapal Terbalik Usai Tabrakan, Dua Awak Asal Indonesia Hilang
"Jembatan Biluk Poh-Mendoyo masih dalam proses evakuasi oleh kepolisian setempat maupun Satgas Penanggulangan Bencana," tulis akun tersebut.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang berada di lokasi bencana mengimbau masyarakat yang berecana melalui jalur Denpasar-Gilimanuk, supaya dibatalkan.
"Jangan menggunakan jalan itu. Dan kami mengimbau masyarakat agar tenang, tetap koordinasi, kami secepatnya dengan jajaran Forkopimda dan jajaran mengatasi masalah yang ada," kata Bupati Tamba.
Keyword : Banjir Jembrana Denpasar-Gilimanuk Bali