Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Global Alami Kontraksi

Jum'at, 14/10/2022 23:32 WIB

Jakarta, Jurnas,com - Dunia dalam bahaya dan bersiap menghadapi badai krisis ekonomi global. Penyebabnya adalah pandemi yang belum berakhir, diperparah perang Rusia dan Ukraina, menjadi penyebab krisis pangan dan energi, sehingga menimbulkan gejolak inflasi hampir semua negara.

Hal itu, diutarakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara anggota G20 di Washington DC, Amerika Serikat (AS) disiarkan melalui Youtube Bank Indonesia, Jumat (14/10).

Ia mengatakan, Pertumbuhan ekonomi hampir semua negara mengalami kontraksi. "Situasi global yang kompleks karena tidak hanya faktor ekonomi tetapi juga faktor geopolitik yang membutuhkan lebih banyak kerja sama, koordinasi dan sinkronisasi kebijakan," ujar Sri Mulyani dalam keterangannya, diterima, Jum`at (14/10).

Menurut dia, tantangan ekonomi global yang kompleks tidak dapat diselesaikan satu negara atau berbagai negara yang bertindak sendiri. Dibutuhkan tindakan kolektif dari kelompok yang terdiri dari 85% ekonomi dunia melalui beragam perwakilan di berbagai negara untuk memastikan semua suara didengar.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun berharap Presidensi G20 Indonesia, mampu menavigasi dan menjaga keutuhan para anggota dalam menyelesaikan masalah-masalah terpenting yang dihadapi ekonomi dunia dengan semangat kerja sama, kolaborasi, dan konsensus.

"Saya percaya G20 merupakan sumber harapan untuk membantu dunia menavigasi gelombang krisis yang memporak-porandakan situasi global yang tengah kita hadapi. Kepercayaan ini lahir dari kesuksesan G20 dalam merespon Krisis Keuangan Global 2008, hingga yang terkini dalam aksi penanganan pandemi," kata Sri Mulyani.

 

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya