Jum'at, 23/09/2022 18:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Keberadaan tim bayangan (shadow organization) bentukan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menuai kontra dari masyarakat.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai tim bayangan yang diklaim hampir setara dengan direktur jenderal (dirjen) itu sarat dengan konflik kepentingan.
"Tim bayangan itu menyebabkan tumpang tindah dan terjadinya konflik kepentingan. Sebab, pembentukan tim bayangan itu tidak ada urgensinya. Ini menimbulkan kekacauan dalam birokrasi dan penetapan kebijakan," kata Trubus saat dihubungi Jurnas.com pada Jumat (23/9).
Tak hanya sarat kepentingan, tim bayangan ini menurut Trubus juga menunjukkan watak arogansi Nadiem, karena tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Bahkan, dengan jumlah tim bayangan yang mencapai 400 orang, akan membebani APBN.
Waka MPR: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Profil Nadiem Makarim, Mantan Menteri Pendidikan Tersangka Korupsi Laptop
Kejagung Jemput Paksa Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief
"Ini malah jadi pemborosan anggaran. Mereka mengajukan sendiri, potensi penyimpangan anggaran sangat besar. Susah pada tataran kontrol dan pelaporan," imbuh Trubus.
Oleh karena itu, Trubus mengimbau Nadiem membubarkan tim bayangan ini, karena dapat menimbulkan preseden buruk bagi Mendikbudristek selanjutnya.
Praktisi pendidikan, Indra Charismiadji saat dihubungi dalam kesempatan berbeda menyebut Nadiem tidak paham tata kelola pemerintah, yang sudah diatur dalam perundang-undangan.
Pembentukan tim bayangan dianggap sudah keluar dari jalur, yang berarti melanggar regulasi yang berlaku.
"Mungkin memang beliau lebih cocok memimpin star-up daripada menjadi pejabat pemerintahan. Kalau ada organisasi setara dirjen atau eselon satu, buat apa ada dirjen," ujar Indra.