Kamis, 12/01/2017 20:25 WIB
Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) yang melakukan unjuk rasa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/1), mengancam akan menggelar aksi Reformasi Jilid 2 jika pemerintah melanggar empat poin penting yang telah disepakati.
“Jika ditemukan pelanggaran dalam waktu 90 hari maka reformasi jilid 2 akan segera ditegakkan,”ujar Bagus, perwakilan BEM SI.
Seperti diketahui, ribuan mahasiswa atas nama BEM SI berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan Jakarta Pusat sejak Kamis (12/1) pagi. Mereka baru mulai membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.
BEM SI berunjuk rasa menyampaikan kekecewaan terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat. Mereka hanya ditemui Staf Kepresidenan Teten Masduki dan disepakati empat butir kesepahaman terkait dengan kebutuhan bahan pokok masyarakat dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Mahasiswa Desak Dirut PT Agrinas Batalkan Rencana Impor Mobil Pikap India
PGRI Imbau Guru Aktif Bikin Konten Perdamaian di Medsos
Mendiktisaintek Sebut Demo Mahasiswa Gerakan Modal Bangsa
Empat poin yang disepakati pihak Istana dan demonstran itu adalah, pemerintah menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Kedua, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Ketiga pemerintah jamin kenaikan listrik dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran, jika tidak tepat sasaran dapat dilaporkan ke PLN dan akan mendapat subsidi. Keempat kenaikan harga pengurusan STNK atau BPKB untuk meningkatkan pelayanan kepolisian dan ada sosialisasinya seperti apa yang ingin ditingkatkan dan pemerintah menjamin itu.
Muhajir
Keyword : Demo 121 Demo Mahasiswa Reformasi Jilid 2