Aksi Mahasiswa Kecewa Tak Ditemui Presiden

Kamis, 12/01/2017 20:07 WIB

Jakarta –Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) yang melakukan unjuk rasa di Istana Merdeka, Kamis (12/1) menyampaikan kekecewaan karena Presiden Joko Widodo tidak menemui perwakilan demonstran. Mereka hanya ditemui Staf Kepresidenan Teten Masduki dan menyepakati empat butir kesepakatan terkait dengan kebutuhan bahan pokok masyarakat dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Pihak Istana Kepresidenan menerima perwakilan BEM SI Bagus untuk menyampaikan poin yang menjadi tuntutan mahasiswa kepada pemerintah. "Tadi sudah diterima perwakilan mahasiswa, kami dialog ada empat poin yang disepakati bersama," kata Staf Kepresidenan Eko Sulistyo di Jakarta, Kamis (12/1).

Perwakilan mahasiswa, Bagus menyampaikan kekecewaannya karena tidak bertemu Presiden Joko Widodo.  Namun seperti halnya pihak Istana, Bagus juga menyampaikan empat poin yang disepakati antara demonstran dengan pihak Istana.

Pertama, pemerintah menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia. Kedua, dampak kenaikan harga BBM tidak akan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Ketiga pemerintah jamin kenaikan listrik dilakukan untuk kepentingan rakyat dan tepat sasaran, jika tidak tepat sasaran dapat dilaporkan ke PLN dan akan mendapat subsidi.

Keempat kenaikan harga pengurusan STNK atau BPKB untuk meningkatkan pelayanan kepolisian dan ada sosialisasinya seperti apa yang ingin ditingkatkan dan pemerintah menjamin itu, jika ada pelayanan yang tidak sesuai dapat dilaporkan.

 

TERKINI
Terus Digempur, Beberapa Warga Gaza Terluka Akibat Serangan Drone Israel Kasus Pungli di Kementerian Imipas Alarm Perbaikan Integritas Birokrasi Anggaran 2026 Terbatas, Komisi V Minta Kemenhub Gandeng Investor Swasta Stok Obat Habis, Sektor Kesehatan Palestina Berada di Ambang Kehancuran