Kenaikan Tarif Ojol Dua Kali Batal, Pelaku Transportasi: Sikap Kemenhub Tak Jelas!

Selasa, 30/08/2022 15:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pelaku industri transportasi Koordinator Jabodetabek Infinity, David Hosea mempertanyakan sikap Pemerintah, dalam hal ini Kenterian Perhubungan yang tidak jelas dalam mengambil keputusan tarif ojek online (Ojol).

David mengatakan, pihak Kemenhub sudah dua kali menunda menaikan tarif Ojek Online (Ojol) dengan alasan mendapatkan lebih banyak masukan dari para pemangku kepentingan, dan melakukan kajian ulang agar didapat hasil yang terbaik.

"Saya sampaikan dengan terhormat, siapa pun di Kementrian Perhubungan, kenapa kalian sampai dua kali menunda kenaikan tarif Ojek Online dengan alasan-alasan," kata David di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

David memperyanyakan, kenapa Kemenhub tidak meminta masukan dari semua pihak dan melakukan kajian mendalam sebelum menerbitkan Keputusan Menteri (KM) Nomor KP 564 Tahun 2022 pengganti KM Nomor KP 348 Tahun 2019.

Sebab ketidakpastian sikap Kemenhub itu, kata David, menunjukkan bahwa KemenHub terlalu terburu-buru menerbitkan KM Nomor KP 564 Tahun 2022. Padahal President Jokowi selalu bilang "Ojo Kesusu", semua perlu diplanning dengan baik dan dipikirkan secara matang dengan segala konsuekensi sebelom mengambil keputusan.

"Tapi kalau sudah mengambil keputusan, segera lah dijalankan dan diberlakukan. Kasian teman-teman kita driver ojek online yang sudah senang karena kenaikan tarif, tapi kecewa karena dua kali ditunda," tegasnya.

Menurut David, kenaikan tarif Ojek Online itu wajar karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang juga akan naik, biaya perawatan motor serta kenaikan harga kebutuhan pokok juga perlu menjadi pertimbangan. Apalagi Ojek Online sudah menjadi pekerjaan utama bagi masyarakat.

"Satu hal lagi saya mau sampaikan, tolong Bapak dan Ibu di Kementrian Perhubungan juga menaikan tarif Taxi Online setelah menaikan Tarif untuk Ojek Online," katanya.

Iya meminta jangan sampai tarif Taxi Online lebih murah dan pendapatan bersih teman - teman driver taxi online lebih sedikit daripada driver Ojek Online karena biaya perawatan mobil maupun biaya untuk Bahan Bakar Minyak lebih banyak daripada motor.

"Perlu kalian ketahui juga, hampir semua driver taxi online itu pekerjaan utama mereka di Indonesia," tuntas David Hosea.

TERKINI
Ide Caption Postingan Hari Kartini yang Diperingati Besok Inilah Dalil Lengkap Puasa Senin Kamis Beserta Niatnya Sosialisasi Keuangan Haji, HNW Apresiasi Penurunan Biaya Haji Haaland Ingin Timnya Tetap Fokus Usai Menang Lawan Arsenal