Panas Ekstrim di Inggris Picu Musim Gugur Palsu

Rabu, 24/08/2022 21:02 WIB

London, Jurnas.com - Fenomena panas ekstrim di Inggris tidak hanya menyebabkan danau, sungai, dan waduk mengering. Juga, pepohonan mulai menggugurkan daunnya lebih awal.

Alih-alih menghijau, banyak kebun, taman, dan hutan kini berubah menjadi rerimbunan oranye, kuning, merah, dan coklat, dengan hamparan daun tebal di tanah.

Gugurnya daun yang dijuluki musim gugur palsu ini merupakan tanda stres, karena umumnya pepohonan menggugurkan daunnya untuk mencoba mempertahankan kelembapan.

Sejumlah ahli mengatakan pohon yang lebih tua dengan akar yang dalam dapat bertahan dalam kondisi yang lebih kering, sedangkan yang lebih muda dan kurang mapan terancam berisiko.

"Pohon-pohon itu memberlakukan hormon yang mereka gunakan di musim gugur untuk menarik kembali dan memastikan kelangsungan hidup mereka," kata Rosie Walker, dari badan amal konservasi Woodland Trust dikutip dari AFP pada Rabu (24/8).

"Mereka akan terus seperti ini selama beberapa tahun tetapi akan mulai berdampak pada pohon kita jika kita tidak terlalu berhati-hati," lanjut dia.

Diketahui, suhu melonjak di atas 40 derajat celcius untuk pertama kalinya di Inggris pada Juli lalu, sebagai bulan terkering yang tercatat di banyak bagian selatan dan timur Inggris.

Perubahan iklim dianggap sebagai penyebab atas gelombang panas yang membakar, yang telah memicu pengumuman kekeringan dan larangan menggunakan pipa selang, guna menghemat air di beberapa daerah.

TERKINI
Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya Program Revitalisasi Sekolah di Sumbar Berikan Dampak Nyata Pelatih Madura United Beberkan Kunci Kemenangan atas Persebaya