Senin, 22/08/2022 17:03 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Vaksin yang diproduksi BUMN yang diberi nama Indovac bakal dibanderol Rp100.000 per dosis.
"Harga nanti mungkin akan kita usahakan di bawah Rp100.000 ya karena memang prosesnya itu 80% dilakukan di Indonesia," kata Dirut Bio Farma (Persero) Honesti Basyir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/8/2022).
Meski akan berbayar, vaksin Covid-19 hasil produksi Holding BUMN Farmasi ini, pada tahap awal penggunaannya, diberikan secara gratis.
Honesti menyebut vaksinasi secara cuma-cuma lantaran menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel
BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional
BP BUMN Dorong Penguatan Garuda Indonesia di Tengah Tantangan Global
Meski begitu, vaksin akan kembali dijual pemerintah bila status pandemi sudah dicabut pemerintah.
Honesti menyebut, jika tidak dibiayai APBN, maka vaksin Indovac seperti vaksin flu lainnya yang berbayar.
Di lain sisi, penggunaan vaksin Indovac diperuntukkan untuk booster atau vaksinasi ketiga pada orang dewasa.
"Selain itu, booster anak, dan primary untuk anak. Dan Itu gratis, pemerintah yang bayar. Jadi APBN, masyarakat menikmati," kata Honesti.
Saat ini uji klinis vaksin masuk pada tahap III. Proses ini ditargetkan selesai pada Juli 2022 dan selanjutnya akan menerima emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara Holding BUMN Farmasi dengan Baylor College of Medicine.
Keyword : Indovac Bio Farma Honesti Basyir BUMN Booster