Militer Myanmar Tegaskan Siap Negosiasi dengan Suu Kyi

Jum'at, 19/08/2022 21:45 WIB

Yangon, Jurnas.com - Panglima militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menegaskan bahwa junta terbuka untuk bernegosiasi dengan Aung San Suu Kyi, pemimpin sah yang digulingkan sebelumnya oleh kudeta, setelah persidangannya berakhir.

"Setelah proses hukum terhadapnya secara hukum selesai, kami akan mempertimbangkan (negosiasi) berdasarkan tanggapannya," kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP pada Jumat (19/8).

Suu Kyi ditahan sejak para jenderal menggulingkan pemerintahannya dalam kudeta pada 1 Februari tahun lalu, mengakhiri periode singkat demokrasi di negara Asia Tenggara itu.

Sejauh ini, dia telah dipenjara selama 17 tahun karena sejumlah tuduhan yang menurut kelompok hak asasi bermotivasi politik.

Suu Kyi terancam dihukum puluhan tahun lebih di penjara jika dinyatakan bersalah, atas sejumlah tuduhan lain yang dia lawan di pengadilan junta tertutup.

Para awak media dilarang menghadiri persidangan, pengacaranya dibungkam supaya tidak berbicara kepada media, dan junta tidak memberikan indikasi kapan persidangannya akan selesai.

Pada Juli lalu, salah seorang juru bicara junta mengatakan bahwa "bukan tidak mungkin" rezim akan berdialog dengan Suu Kyi untuk menyelesaikan kekacauan yang dipicu oleh perebutan kekuasaan militer tahun lalu.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa (negosiasi dengan Suu Kyi) tidak mungkin," kata Zaw Min Tun saat itu.

Diketahui, Suu Kyi tetap menjadi sosok yang dihormati secara lokal karena penentangannya yang berani terhadap junta sebelumnya, meskipun reputasi internasionalnya merosot pasca berkuasa pada 2015.

Tetapi bagi mereka yang saat ini terlibat dalam pertempuran dengan militer, banyak yang mengatakan bahwa gerakan Suu Kyi harus melangkah lebih jauh dari apa yang dipimpin oleh peraih Nobel itu beberapa dekade lalu.

Tercatat, lebih dari 2.200 orang telah tewas dan lebih dari 15.000 ditangkap dalam tindakan keras militer terhadap perbedaan pendapat sejak perebutan kekuasaan.

TERKINI
Iran Diperkirakan Dapat Rp258 Triliun dari Tarif Selat Hormuz Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa untuk Saling Menguatkan