Hadapi Krisis Pangan, Jokowi Ajak Masyarakat Tanam Kelapa Genjah

Kamis, 11/08/2022 14:13 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sekitar 300 juta lebih orang saat ini kekurangan pangan akut dan kelaparan di beberapa negara.

"Kita tahu dunia saat ini sedang dilanda krisis pangan. 300 juta lebih orang saat ini kekurangan pangan akut dan kelaparan di beberapa negara sudah mulai," kata Jokowi pada Kegiatan Pencanangan Tanam Kelapa Genjah Sebar (Kejar) di Kabupaten Boyolali, Kamis (11/8).

Bahkan Jokowi memperkirakan 800 juta orang terancam kekurangan pangan dan kelaparan jika tidak segera diatasi. Karena itulah, ia meminta agar lahan-lahan yang tidak produktif diproduktifkan.

"Lahan-lahan yang tidak produktif ditanami kelapa genjah yang nanti hasilnya 2,5-3 tahun. Setiap tahunnya produksinya 180 buah yang itu bisa dibuat gula semut, minyak kelapa, dan juga bisa dijual buahnya untuk minuman segar," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, penanaman kelapa genjah dilakukan di Solo Raya dengan memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif. Di antaranya 46 ribu Boyolali, 44 ribu di Karanganyar, dan 110 ribu Sukoharjo.

"Ini baru dimulai di sini. Nanti provinsi-provinsi yang cocok dengan kelapa bisa kita tanami, targetnya kurang lebih 1 juta kelapa. Tidak kelapa saja, tadi ada cabai dan jagung benihnya kita bagikan," kata Jokowi.

Di tempat yang sama, Mentari Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, menghadapi tantangan ke depan terutama masalah pangan dunia harus extraordinary.

"Karena itu, saya diminta mempersiapkan 1 juta kelapa dan di antara kelapa yang menunggu 2 tahun itu harus ada tanaman kedelai. Dua tahun itu harus ditutup dengan pendapatan rakyat dari tanaman sela seperti jagung dan keledai " kata Syahrul.

Ia juga meminta masyarakat manfaatkan pekarangan-pekarangan rumah dan lahan yang kosong dalam memenuhi kebutuhan pangan sahari-hari.

"Terutama di Jawa ini yang memang makin hari makin bertambah masyarakatnya. Karena itu, tanami cabai di pinggir rumah dan komoditas lainnya, sehingga belanja pangan berkurang dan pendapatan rumah tangga bertambah," katanya.

TERKINI
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi