Ingin Jabatan, PNS Klaten Memberi Suap

Selasa, 10/01/2017 08:57 WIB

Jakarta - Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang ingin memperoleh jabatan diduga memberi uang atau menyuap.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengungkapkan, pihaknya telah memiliki daftar `tarif` jabatan di Kabupaten Klaten. Mulai dari tarif jabatan eselon IV hingga eselon III.

"Semua orang yang mau menjabat memberi (suap). Kita sudah pegang daftarnya. Ada yang eselon IV berapa (tarifnya), eselon III berapa," ucap Agus di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/1/2017).

KPK, kata Agus, selain itu juga telah memiliki informasi mengenai pihak lain yang terlibat dalam perdagangan jabatan yang telah menjerat Bupati Klaten, Sri Hartini dan Kasie SMP Disdik Klaten, Suramlan ini. Tak terkecuali pihak yang menjadi pengumpul.

Agus memastikan, pihaknya terus mendalami kasus tersebut. Selain itu, mendalami keterlibatan pihak-pihak lain, termasuk anak Hartini bernama Andy Purnomo yang kedapatan menyimpan uang Rp 3 miliar di kamarnya.

"Ya kan ini bertahap. Masa langsung ditetapkan tersangka, di sini (KPK) malah lama nanti. (Uang Rp 3 miliar di kamar Andy) Itu sedang kita dalami juga. Kalau tidak salah penggeledahan terakhir di kamar bupati itu ada Rp200 (juta) ya. Di kamar anaknya Rp3 miliar. Itu sedang kita dalami peran anaknya," tandas Agus.

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions