Jum'at, 05/08/2022 17:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2022 tetap tinggi, yakni sebesar US$132,2 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
"Meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Juni 2022 sebesar US$136,4 miliar," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).
Erwin menjelaskan, penurunan posisi cadangan devisa pada Juli 2022, antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. "Sejalan dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Erwin.
Dia memastikan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,1 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BMKG: Abu Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Sebaran Meluas ke Enam Provinsi
HNW Dukung MUI: Label "No Pork, No Lard" Bukan Pengganti Sertifikat Halal
Medical Check Up di Jakarta, Panduan Praktis Menemukan Klinik yang Tepat
Bank Indonesia menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. "Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga," kata Erwin.
"Seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung proses pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.