Penerobosan KJRI Australia Dianggap Bahayakan Indonesia

Senin, 09/01/2017 12:18 WIB

Jakarta - Anggota Komisi I DPR fraksi PKS, Rofi Munawar meminta pemerintah merespon aksi penerobosan sekaligus mengibarkan bendera bintang kejora di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Australia, Jumat (6/1/2017). Menurutnya, terdapat pesan kontra nasional di balik aksi tersebut. 

"Peristiwa ini memberikan pesan kepada pemerintah Indonesia, adanya upaya kelompok-kelompok di Australia yang berusaha melakukan proses internasionalisasi isu Papua secara massif dan terencana," Ujar Rofi saat dihubungi di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Rofi mengatakan sebagai gerakan yang membahayakan bagi Indonesia, seharusnya pemerintah Australia tidak berdiam diri. Apalagi, kata dia, membiarkan mereka eksis hingga melakukan tindakan deklarasi secara Internasional.

Munculnya aksi disintegran yang dilakukan di negeri Kangguru tersebut, menurut Rofi semakin menambah catatan gerakan internasionalisasi isu Papua. 

Ia berharap pemerintah dapat melakukan komunikasi internasional secara strategis. Sehingga, gejala ancaman nasional yang muncul di negara lain selalu dapat dukungan untuk diantisipasi. 

"Proses identifikasi isu-isu Papua harus ditempatkan secara proporsional dan dikomunikasikan secara masif dan intensif kepada masyarakat Internasional untuk menghadirkan perimbangan informasi dan penguatan diplomasi Indonesia," ungkapnya.

TERKINI
Biji Kelor Bisa Bersihkan Mikroplastik dari Air Minum, Ini Hasil Studinya Awalnya Diabaikan, Fosil Tengkorak Hancur Ini Kini Ubah Sejarah Dinosaurus Pansus RUU HPI DPR Bahas Nasib Pekerja Migran Rukun Haji yang Tidak Boleh Dilewatkan, Apa Saja?