Minggu, 31/07/2022 13:34 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan seluruh warga sipil yang masih tinggal di beberapa wilayah Donetsk timur di bawah kendali Ukraina, supaya segera mengungsi. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya intensitas pertempuran dengan Rusia.
"Semakin banyak orang meninggalkan wilayah Donetsk sekarang, semakin sedikit orang yang akan dibunuh oleh tentara Rusia," tegas Zelensky dikutip dari BBC pada Minggu (31/7).
Donetsk mengalami bentrokan hebat di tengah kemajuan lambat pasukan Rusia, yang telah menguasai sebagian besar wilayah itu.
"Kami akan menggunakan semua kesempatan yang ada untuk menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin dan membatasi teror Rusia sebanyak mungkin," tambah Zelensky.
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
Intervensi Zelensky muncul ketika Rusia mengundang pejabat PBB dan Palang Merah untuk menyelidiki kematian 50 tawanan perang Ukraina (POW) di bagian lain wilayah Donetsk, yang ditahan oleh separatis yang didukung Rusia.
Pasukan tewas dalam keadaan yang tidak jelas selama serangan terhadap sebuah penjara di Olenivka, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.
Berbicara pada Sabtu malam, pejabat pertahanan Rusia mengatakan Moskow akan menyambut baik "penyelidikan objektif" atas insiden tersebut.
Palang Merah mengatakan pada Jumat lalu bahwa pihaknya meminta akses ke fasilitas penahanan yang dikelola Rusia dan tahanan yang masih hidup, namun izin belum diberikan.
Wakil kepala delegasi di Ukraina, Daniel Bunnskog, mengatakan pemberian akses ke tawanan perang adalah kewajiban di bawah Konvensi Jenewa.
Keyword : Volodymyr Zelensky Ukraina Perang Rusia Donetsk