Selasa, 26/07/2022 23:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Front Kader Penyelamat Partai (FKPP) Persatuan Pembangunan kembali melakukan aksi di depan kantor DPP Menteng, Jakarta Pusat. Mereka masih menuntut hal yang sama agar Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa mundur dari jabatannya.
“Kami melihat Suharso sudah tidak bisa lagi mengatur partai dan harus mundur. Sebab ada beberapa masalah yang kami soroti, salah satunya elektabilitas partai yang terus turun,” kata Ketua Majelis Pertimbangan PPP Jaksel, Muchbari di lokasi, Selasa (26/7).
Selain melakukan aksi, FKPP juga telah mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencabut Suharso dari jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) atau Bappenas.
“Karena kami selaku kader partai merasa malu, dugaan kasus gratifikasi Suharso sedang bergulir lagi. Bahkan sudah mencapai praperadilan,” jelasnya.
KPK Periksa Ketua Pemuda Pancasila Japto Terkait Kasus Rita Widyasari
Minta Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Segini Harta Gubernur Kaltim
Menag Nasaruddin Lolos Sanksi Pidana Usai Lapor Jet Pribadi ke KPK
Muchbari mengaku masih akan menunggu kabar dari pihak presiden terkait kelanjutan surat terbuka. Adapun aksi akan terus dilakukan hingga Suharso mau mundur dari jabatannya.
“Kemungkinan dalam waktu dekat akan dikabari tindaklanjut dari surat terbuka kita ke Presiden. Apakah nanti dipanggil ataupun menterinya langsung dicopot, tinggal tunggu waktu,” tutupnya.
Adapun rentetan aksi terus dilakukan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga kader partai. Mereka meminta Suharso mundur dari jabatan ketua umum partai dan jabatan Menteri PPN atau Bappenas.
Keyword : Kader PPP Suharso Monoarfa LHKPN Gratifikasi