Selasa, 26/07/2022 16:56 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu daerah rawan bencana longsor di Jawa Tengah. Gubernur Ganjar Pranowo terus mengajarkan ilmu titen dari kearifan lokal, sebagai bentuk mitigasi adanya bencana alam di Banjarnegara.
“Ilmu Titennya sebenarnya lebih pada kearifan lokal. Harapannya, mereka bisa mempraktikkannya dengan pengalaman-pengalaman masa lalu,” kata Ganjar, saat melakukan kegiatan pendidikan kebencanaan untuk pelajar, di aula SMKN 1 Bawang, Banjarnegara.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan, di daerahnya tercatat ada 99 desa rawan bencana tinggi.
“Hampir lebih dari 70 persen, kita memang rawan bencana terutama longsor, gunung api dan gas beracun,” terang Andri di lokasi.
Pemda Diminta Siap Siaga Hadapi Ancaman Bencana Akhir Tahun
Cagub Jawa Tengah Andika Perkasa Punya Harta Rp198 Miliar
Ketua MPR Pastikan Anies-Ganjar Hadiri Pelantikan Prabowo Subianto
Di wilayahnya terdapat salah satu desa yang telah mempraktikkan ilmu titen, yaitu Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara.
“Mereka tinggalnya kan tidak bergerombol, di tebing-tebing, satuan-satuan, ya. Jadi kalau hujannya sudah dua hari atau tiga hari, biasanya keluarga ini mengungsi ke bawah (daerah aman), saudaranya yang aman yang tidak tinggal di lereng-lereng. Jadi itu ilmu titen,” terangnya.