Kamis, 21/07/2022 16:49 WIB
Athena, Jurnas.com - Yunani berencana menerapkan pemadaman listrik bergilir, sebagai upaya terakhir jika pasokan gas Rusia terganggu. Demikian rencana darurat negara tersebut pada Kamis (21/7).
Langkah-langkah darurat ini akan diaktifkan hanya jika tindakan lain, termasuk meningkatkan kapasitas listrik berbahan bakar batu bara, meminta konsumen untuk mengurangi konsumsi daya pada jam sibuk dan menghentikan ekspor listrik, terbukti tidak mencukupi.
Dikutip dari Reuters, Yunani yang bergantung pada gas pipa Rusia untuk 40 persen dari kebutuhan gasnya, sejauh ini belum mengalami gangguan pasokan gas.
Negara itu menggantikan sebagian besar bahan bakar Rusia dengan gas cair (LNG) yang diimpor dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain.
Ekspor Senjata Jepang Longgar, Ukraina Bidik Investasi Pertahanan
Mali Bergejolak, Rusia Desak Pemulihan Stabilitas
Putin Puji Perlawanan Iran atas Tekanan AS dan Israel
Di bawah pedoman Uni Eropa, Yunani perlu menyimpan cukup gas di negara-negara lain untuk menutupi 15 persen atau 900 juta meter kubik dari penggunaan tahunannya, karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan gas.
Di bawah rencana daruratnya, Athena juga akan meminta bantuan darurat dari negara-negara tetangga dengan pasokan energi yang cukup.
Athena telah melakukan pembicaraan dengan Italia mengenai penyimpanan gas menjelang musim dingin, dan dalam pembicaraan dengan Komisi Eropa apakah dapat menyimpan jumlah gas yang lebih kecil di Italia, menurut sumber pemerintah.
Keyword : Yunani Pasokan Gas Rusia Pemadaman Bergilir