Kenaikan PNBP Cekik Biaya Hidup Rakyat

Jum'at, 06/01/2017 11:24 WIB

Jakarta - Kebijakan pemerintah menaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) kendaraan dinilai justru menambah beban biaya hidup masyarakat. Hal itu mengingat beban biaya hidup masyarakat yang semakin meningkat.

Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi mengatakan, kenaikkan tarif pengurusan BPKB dan STNK saat ini kurang tepat. Sebab, dengan kenaikan itu justru mencekik rakyat.

"Karena masyarakat sedang menerima berbagai kenaikan biaya hidup, seperti kenaikan TDL, BBM hingga harga cabai," kata Aboebakar, kepada wartawan, Jakarta, Jumat (6/1).

Menurutnya, bila alasan kenaikan lantaran sudah lama belum disesuaikan, ini seharusnya jadi koreksi. "Penyesuaian sebaiknya dilakukan secara berkala, agar masyarakat tidak kaget dengan besarnya nilai kenaikan biaya tersebut," terangnya.

Bilapun alasannya adalah kenaikan material, kata Aboebakar, seharusnya dipertimbangkan nilai keekonomisan biaya produksinya. Misalnya, pencetakan selembar STNK, masyarakat tentu mempertanyakan, apakah memang biayanya sampai Rp200 ribu. Demikian pula untuk pencetakan buku BPKB kendaraan, apa memang biayanya
sampai dengan Rp375 ribu.

"Adapun bila targetnya adalah pendapatan negara bukan pajak, untuk menaikkan pemasukan negara. seharusnya dipatok angka psikologis yang bijak sehingga tidak menjadi beban untuk masyarat," tegasnya.

TERKINI
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon