Senin, 11/07/2022 07:45 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kanada akan mengembalikan turbin yang diperbaiki ke Jerman yang dibutuhkan untuk pipa gas Nord Stream 1. Keberadaan turbin tersebut dapat membantu memastikan aliran energi berkelanjutan hingga Eropa dapat mengakhiri ketergantungannya pada gas Rusia.
Kementerian Energi dan Luar Negeri Ukraina mengatakan keputusan itu sama dengan menyesuaikan sanksi yang dikenakan pada Moskow dengan keinginan Rusia dan menyerukan agar itu dibatalkan.
Pemerintah Kanada mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (9/7) pihaknya mengeluarkan izin terbatas waktu dan dapat dibatalkan untuk membebaskan kembalinya turbin dari sanksi Rusia.
Bula lalu, Rusia menyinggung keterlambatan pengembalian turbin, yang telah dilayani oleh Siemens Energy Jerman di Kanada, sebagai alasan di balik pengurangan aliran hingga 40 persen dari kapasitas melalui pipa gas Nord Stream 1 Rusia ke Jerman.
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional
Jerman Suntik Dana Tambahan Rp404 Miliar untuk Krisis Sudan
Menko Muhaimin Ajak Puluhan Media Homeless Kolaborasi untuk Pemberdayaan
Pemerintah Kanada mengatakan, pengiriman peralatan ke Eropa akan mendukung: "Kemampuan Eropa untuk mengakses energi yang andal dan terjangkau karena mereka terus beralih dari minyak dan gas Rusia".
Tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan turbin.
Siemens Energy dalam sebuah pernyataan pada Minggu mengatakan sedang bekerja untuk mendapatkan turbin ke pipa Nord Stream secepat mungkin. Baca selengkapnya
Kremlin pada Jumat (8/7) mengatakan akan meningkatkan pasokan gas ke Eropa jika turbin dikembalikan.
Kanada juga mengumumkan langkah-langkah baru terhadap Moskow sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina pada 24 Februari. Di antaranya memperluas sanksi terhadap sektor energi Rusia, termasuk industri manufaktur.
"Sanksi baru Kanada akan berlaku untuk transportasi darat dan pipa dan pembuatan logam dan transportasi, komputer, peralatan elektronik dan listrik, serta mesin," katanya.
Menteri Luar Negeri Kanada, Melanie Joly mengatakan pada Sabtu dalam sebuah pernyataan, "Kanada teguh dalam mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina. Kanada tidak akan menyerah dalam menekan rezim Rusia".
Sumber: Reuters