Jum'at, 08/07/2022 13:34 WIB
Nusa Dua, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kesal dengan kritik membabi buta Barat terkait invasi ke Ukraina, sehingga menghindari pembahasan yang lebih penting, yakni masalah ekonomi global. Hal ini disampaikan di tengah pertemuan G20 di Nusa Dua, Bali pada Jumat (8/7).
"Selama diskusi, mitra Barat menghindari mengikuti mandat G20 terkait penanganan masalah ekonomi dunia," kata Lavrov dikutip dari Reuters.
Dia menilai diskusi menteri-menteri negara Barat menyimpang lantaran malah menghujani Rusia dengan kritik, sehubungan dengan kondisi di Ukraina.
"Mereka menghabiskan waktu untuk menyampaikan kritik hiruk pikuk Federasi Rusia sehubungan dengan situasi di Ukraina. `Agresor`, `penjajah`, `penjajah`, kami mendengar banyak hal hari ini," imbuh Lavrov.
Tembus Final, Ini Nilai Skuad Mewah Timnas Argentina
Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat Hari Ini
Hari Emoji Sedunia Setiap 17 Juli, Ini Sejarahnya
Diketahui, Indonesia mendesak G20 untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina, ketika para menteri luar negeri bertemu untuk pertemuan puncak, yang menempatkan beberapa pengkritik paling keras invasi Rusia di ruangan yang sama dengan diplomat top Moskow.
Lavrov menambahkan bahwa Rusia siap untuk bernegosiasi dengan Ukraina dan Turki tentang gandum, tetapi tidak jelas kapan pembicaraan semacam itu akan terjadi.