Rabu, 04/01/2017 16:10 WIB
Indonesia memutuskan untuk menunda sementara kerja sama militer dengan Australia. Belum jelas alasan penundaan kerja sama militer kedua negara itu.
"Kerja sama ditunda sementara, mudah-mudahan segera diselesaikan sehingga bisa dilaksanakan kembali," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Wuryanto, Rabu (04/01).
Berdasarkan laporan Australian Broadcasting Corporation (ABC), insiden bermula ketika pasukan komando Indonesia, Kopassus, sedang berlatih dengan pasukan komando Australia (Special Air Service) di salah satu fasilitas pelatihan militer di Perth.
Salah seorang instruktur Kopassus merasa ada salah satu unsur yang dipajang di fasilitas tersebut, yang menghina Indonesia.
Australia Amankan Pasokan 100 Juta Liter Diesel dari Brunei dan Korsel
16 Ucapan HUT Kopassus 2026 yang Penuh Makna
HUT ke-74 Kopassus, Ini Sejarah Korps Baret Merah-Operasi Legendarisnya
Mayjen Wuryanto enggan menjelaskan secara rinci mengenai laporan itu. Namun, dia tidak membantah bahwa insiden tersebut merupakan hal yang menyebabkan penundaan kerja sama militer kedua negara.
"Mungkin salah satunya seperti itu, tapi banyak hal-hal terkait yang harus disempurnakan untuk diperbaiki," ujarnya.
Wuryanto mengatakan penundaan yang berlaku pada pertengahan Desember 2016 itu mencakup kerja sama di segala aspek, termasuk kerja sama teknis serta pelatihan militer antara kedua negara.
Keyword : TNI Australia kerja sama militer