Sabtu, 02/07/2022 20:40 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Donny Yoesgiantoro mengapresiasi layanan digital yang dimiliki Kementerian Pertanian (Kementan). Apresiasi itu disampaikan saat berkunjung ke kantor pusat Kementan, Jakarta, Jumat (1/7).
Di antara yang Donny apresiasi ialah sistem informasi berbasis suara yang diluncurkan khusus untuk pemohon informasi penyandang disabilititas oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan). Kemudian, untuk TunaNetra telah disiapkan panduan layanan dengan Manual Braile.
"Si laura itu trobosan yang bagus dan inovatif, sehingga saya melihat Kementan ini betul-betul menempatkan informasi sebagai badan publik. Kenapa badan publik, ini sudah dibuktikan Barantan bahwa orang yang berkebutuhan khusus bisa mendapatkan informasi itu luar biasa," ujar Donny.
Dalam kesempatan yang sama, Donny juga mengunjungi ruang agriculture war room (awr). Awr ini salah satu inovasi digital terintegrasi yang telah banyak berperan dalam proses penyusunan kebijakan pangan dan sederet kinerja pertanian hingga saat ini.
BNPB Catat Korban Gempa NTT Tembus 136 Jiwa, 102.384 Unit Rumah Terdampak
AS Ajak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional
Komisi VII Ingatkan Efek Domino terhadap Industri dan UMKM
Awr mempermudah aktivitas pemantauan perkembangan pertanian secara real-time di lapangan. Hal ini sesuai dengan komitmen Kementan daam menyampaikan informasi publik dan telah membuka akses layanan publik secara luas.
"Saya minta saya ingin Kementan ini untuk ke depan tidak hanya informasi sekarang tapi harus bisa merencanakan informasi infomarsi yang kedepan. Jadi, harus ada plan informasi developmet, apalagi saat ini ada penyakit mulut dan kuku ini bisa diantisipasi," tuturnya.
"Secara keseluruhan ini sesuatu yang luar biasa, dan memang betul betul memanfaatkan teknologi digital itu yang paling penting. Ya saat ini kita harus memanfaatkan teknologi informasi tidak bisa tidak kita harus memulai dan kementerian pertanian sudah memulai lebih dulu," sambungnya.
Keyword : KIP Donny YoesgiantoroKementerian Pertanian