Selama 2016, 20 Orang Jaringan MIT Tewas

Senin, 02/01/2017 15:04 WIB

Palu - Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tengah mencatat, hasil Operasi Tinombala operasi penumpasan jaringan teroris selama 2016, anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berhasil ditangkap hidup-hidup berjumlah 12 orang. Tercatat meninggal dunia akibat kontak senjata 20 orang.

"Selain itu, anggota MIT yang ditemukan hanyut di sungai berjumlah 2 orang. Sementara, anggota yang tergabung dalam Operasi Tinombala 2016 baik dari TNI atau Polri yang meninggal dunia berjumlah 21 orang," ujar Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs Rudy Sufahriadi.

Penyebab anggota yang meninggal,  karena insiden kecelakaan truk, meninggal dunia karena kecelakaan Helikopter saat bertugas, meninggal dunia saat kontak senjata dengan kelompok MIT serta meninggal dunia karena jatuh sakit. 

Tak hanya itu, Polda Sulteng juga sudah mengindentifikasi jaringan Negara Islam (ISIS) di wilayahnya. Namun, belum bisa dilakukan penangkapan karena belum ada bukti kuat.  “Hanya saja, kita belum berani melakukan penangkapan karena belum ada bukti kuat bahwa mereka pasti masuk dalam kelompok ISIS. Namun, dari hasil Intelijen menyebutkan bahwa kelompok radikal ISIS ada di Sulteng khususnya Kota Palu,” ujar

Dikatakannya, kepolisian akan berusaha agar masyarakat nyaman menghuni daerah Kabupaten Poso, yang kita ketahui letak tinggal dan tempat beraksi para anggota MIT (Mujahidin Indonesia Timur). "Tapi, kami juga akan membuat rasa ketidaknyamanan bagi para anggota MIT yang tersisa dalam menghuni daerah Kabupaten Poso,” ujarnya.


Keyword : Operasi Tinombala

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas