Rabu, 15/06/2022 08:03 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga produksi pertanian adalah melalui pengamatan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dengan cara ini, OPT bisa ditekan sehingga produksi tidak terganggu.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani selalu dituntut menjaga hasil pertanian. "Petani harus bisa menjaga tanamannya. Karena, tanaman ini adalah pendapatan petani. Semakin tinggi produksi yang dihasilkan, petani akan semakin sejahtera," kata Mentan SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan hal serupa.
"Pertanian harus memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarat. Oleh sebab itu, dalam kondisi apapun pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah. Kita harus tanam, tanam, tanam," ujar Dedi Nursyamsi.
PTPN Group Perkuat Optimasi Aset Kejar ROA 7,6 Persen di 2029
Mengenal Sosok Ibnu Haitsam, Sang Bapak Optik Dunia
Studi: Burung Pertama era Dinosaurus Ubah Paruh demi Hidup di Udara
Namun, petani juga dituntut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. "Tapi, jangan sampai petani hanya tahu tanam, panen, jual. Petani harus menguasai aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir, termasuk bagaimana caranya menjaga dan meningkatkan kualitas tanaman," kata Dedi.
Ia menjelaskan, Kementan turut mendukung hal itu lewat berbagai program yang dimiliki, seperti Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).
Salah satu kegiatan dalam IPDMIP adalah melakukan pengamatan OPT di lahan laboratorium lapang musim tanam April-September 2022, sebagaimana dilaksanakan pada daerah irigasi Takkasali, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pendamping, Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT), dan petani peserta kegiatan IPDMIP.
Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Sidenreng Rappang, Ibrahim, mengharapkan kepada PPL, POPT dan petani agar selalu melakukan pengamatan di sawah masing-masing.
Sebab, iklim yang tidak menentu ini bisa memicu terjadinya serangan hama dan penyakit, sehingga bisa menyebabkan menurunnya produktivitas hasil pertanian.
"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan IPDMIP di Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya di Daerah Irigasi Takkalasibisa, menjadi contoh di daerah lain," harapnya.