Jum'at, 10/06/2022 21:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Pengamat Politik Universitas Gajah Mada (UGM) Dodi Ambardi mengatakan peningkatan elektabilitas Erick Thohir tak lepas dari kinerjanya yang ciamik dalam memimpin BUMN. Oleh karenanya, Dodi tak heran jika Erick masuk jajaran tertinggi dalam survei elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) 2024 yang dilakukan Poltracking Indonesia.
Dalam simulasi lima nama cawapres, Erick menduduki posisi kedua dengan tingkat elektabilitas sebesar 16,0 persen, di bawah Sandiaga Uno yang sebesar 18,2 persen. Keduanya berada di atas AHY dengan 14,1 persen, Ridwan Kamil sebesar 11,4 persen, dan Puan sebesar 7,2 persen. Dodi mengatakan, Erick dan Sandiaga telah dikenal publik karena mereka memiliki gelanggang kerja sebagai menteri.
"Dari situ, mereka berdua memiliki kemungkinan besar untuk terekspos media. Jika kerja mereka bagus, maka gaung kerja mereka akan semakin menopang mereka," ujar Dodi baru-baru ini.
Sementara itu, lanjut Dodi, AHY dikenal publik berkat tim publisitasnya yang terus bekerja, meskipun AHY bukan seorang menteri. Dodi memperkirakan, elektabilitas Erick masih akan terus meningkat mengingat sejumlah program Kementerian BUMN yang menyentuh isu penting tentang kesempatan kerja di BUMN, kerja sama dengan usaha kecil, yang juga memberikan ekspos positif terhadap Erick.
Erick Thohir: Kekalahan dari Bulgaria Jadi Pelajaran untuk Timnas Indonesia
Ketum PSSI Sebut FIFA Series 2026 Jadi Ujian Perdana Era John Herdman
Indonesia Satu Grup dengan Vietnam di Piala ASEAN 2026
Untuk menjaga tren positif tersebut, Dodi mengatakan ada satu tantangan baru yang harus dijawab Erick setelah Jokowi memberikan amanah baru untuk membantu petani dalam mengelola kehutanan sosial.
"Itu isu penting, itu isu yang bisa membantu perbaikan nasib petani, itu juga isu yang bisa menguji dan menaikan citra positif Erick. Jadi, operasionalisasi perintah itu perlu disegerakan," tandas Dodi.
Keyword : Erick Thohir Elektabilitas Cawapres