Minggu, 05/06/2022 20:33 WIB
Bogor, Jurnas.com - Mahasiswa Program Doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) RI Hasto Kristiyanto menyatakan dirinya menilai pemikiran geopolitik Bung Karno masih relevan dipakai sebagai alat untuk menengahi persoalan dunia saat ini.
Hasto meyakini pemikiran Bung Karno bisa menjadikan posisi Indonesia sebagai penengah masalah dunia kekinian, seperti perang Rusia-Ukraina, reunifikasi Korea, dan Laut China Selatan.
"Seharusnya kita yang terdepan di dalam misi perdamaian dunia itu. Persoalan Rusia-Ukraina seharusnya kita terdepan, persoalan di Timur Tengah seharusnya kita yang terdepan lewat diplomasi luar negeri, diplomasi pertahanan. Persoalan di Semenanjung Korea, Ibu Megawati Soekarnoputri dipercaya untuk menjadi duta perdamaian," kata Hasto di sela-sela Gladi Resik Sidang Doktor di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Sentul, Bogor, Minggu (5/6/2022).
Hasto menilai _legacy_ pemikiran geopolitik Bung Karno itu menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terlahir sebagai pemimpin.
Komisi I Kutuk Serangan Israel: Pelanggaran Semangat Perdamaian Dunia
Hasto Ungkap Momen Akrab Megawati-Prabowo di Istana: Seperti Teman Lama
Megawati Halalbihalal Bareng Dubes, Bahas Geopolitik hingga Isu Lingkungan
"Bukankah Pancasila adalah suatu ideologi geopolitik bagi suatu tatanan dunia baru yang berkeadilan, tata dunia baru yang tidak ada penjajahan," jelas Hasto.
Namun faktanya saat ini, geopolitik Indonesia era Soekarno yang berkerangka pada Pancasila itu, justru meredup. Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saja dilakukan di Singapura, bukan Indonesia.
“Seharusnya kita yang terdepan di dalam misi perdamaian dunia itu,” tegas Hasto.