Senin, 30/05/2022 13:03 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kemunculan cacar monyet (monkeypox) yang tiba-tiba sekaligus di beberapa negara nonendemik menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi untuk beberapa waktu dan kejadian yang semakin parah baru-baru ini.
Hingga 26 Mei, total 257 kasus yang dikonfirmasi dan 120 kasus yang dicurigai telah dilaporkan dari 23 negara anggota yang tidak endemik virus, kata WHO dalam sebuah pernyataan.
Badan tersebut menambahkan bahwa mereka mengharapkan lebih banyak kasus untuk dilaporkan karena pengawasan di negara-negara endemik dan non-endemik meluas.
Cacar monyet adalah penyakit menular yang biasanya ringan, dan endemik di bagian barat dan tengah Afrika. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat, sehingga relatif mudah dikendalikan melalui tindakan seperti isolasi diri dan kebersihan.
Penumpang Tahan Pintu Whoosh Karena Ada Barang yang Tertinggal
Sempat Terhenti Akibat Seng Masuk Jalur, Operasional Whoosh Dipastikan Aman
Libur Lebaran, Whoosh Sukses Angkut 224.827 Penumpang
Sebagian besar kasus yang dilaporkan sejauh ini telah terdeteksi di Inggris, Spanyol dan Portugal.
"Sebagian besar kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik dan telah disajikan melalui perawatan primer atau layanan kesehatan seksual," kata badan PBB itu.
Sumber: Alarabiya News
Keyword : MonkeypoxCacar MonyetWHO