Minggu, 29/05/2022 08:33 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Irlandia telah mengkonfirmasi kasus cacar monyet (monkeypox) pertamanya, kata badan kesehatan negara itu pada Sabtu (28/5).
Kasus dugaan terpisah juga sedang diselidiki dan hasil tes sedang ditunggu, kata Eksekutif Layanan Kesehatan (HSE) dalam sebuah pernyataan.
Juga pada hari Sabtu, pejabat kesehatan di Meksiko mengkonfirmasi kasus cacar monyet pertama yang diketahui di negara itu, pada seorang warga Amerika Serikat (AS) berusia 50 tahun yang dirawat di Mexico City.
Wakil Menteri Kesehatan Irlandia, Hugo Lopez-Gatell mengatakan di Twitter bahwa pria itu, yang merupakan penduduk tetap Kota New York, mungkin terinfeksi di Belanda.
AS Siapkan Imbalan 10 Juta Dolar untuk Informasi Bos Kartel Sinaloa
Legislator PKB: Keselamatan WNI di Meksiko Harus jadi Prioritas
DPR Minta Kemenlu Lakukan Pemetaan WNI di Meksiko
"Untungnya, dia stabil dan dalam isolasi preventif," kata Lopez-Gatell. "Kami berharap dia akan pulih tanpa komplikasi."
Ia tidak memberikan informasi tentang kemungkinan kontak pasien dengan orang lain.
Pada Jumat, otoritas kesehatan di Argentina mengkonfirmasi dua kasus penyakit pertama yang diketahui di mana saja di Amerika Latin - seorang pria berusia 40 tahun yang telah kembali ke Argentina dari Spanyol, dan seorang pria Spanyol yang mengunjungi Buenos Aires.
Kedua kasus itu tampaknya tidak berhubungan.
Virus cacar monyet dapat ditularkan ke manusia melalui hewan yang terinfeksi. Penularan dari orang ke orang mungkin terjadi tetapi jarang terjadi.
Monkeypox pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970 dan dianggap endemik di sekitar selusin negara Afrika.
Kemunculannya di negara-negara non-endemik telah mengkhawatirkan para ahli, meskipun kasus-kasus yang dilaporkan sejauh ini sebagian besar ringan dan tidak ada kematian.
Setidaknya ada setengah lusin kasus yang dikonfirmasi atau dicurigai di AS.
Keyword : IrlandiaCacat MonyetMeksiko