Minggu, 22/05/2022 22:28 WIB
Seoul, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menekankan kepentingan ekonimi dan keamanan saat menyelesaikan perjalanan tiga hari ke Korea Selatan (Korsel).
Dia menyebutkan janji Hyundai untuk berinvestasi setidaknya US$10 miliar di Amerika Serikat, sebelum akhirnya berbaur dengan pasukan AS di pangkalan militer terdekat.
Kunjungan Biden ke Pangkalan Udara Osan, tempat ribuan anggota layanan AS dan Korea Selatan memantau ancaman nuklir Korea Utara, merupakan pemberhentian terakhirnya sebelum tiba di Tokyo pada Minggu (22/5) malam.
"Anda adalah garis depan, di sini, di ruangan ini," kata Biden di pusat komando dengan peta Semenanjung Korea, dikutip dari Associated Press.
Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran
Korsel-AS Mulai Bahas Kerja Sama Nuklir Pekan Ini
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Dikatakan, perjalanan ke Asia menyiratkan dua pesan utama yang coba diproyeksikan Biden. Di tengah inflasi tinggi dan ketidakpuasan yang membara di dalam negeri, Biden menekankan misi globalnya untuk memperkuat ekonomi Amerika dengan meyakinkan perusahaan asing seperti Hyundai untuk meluncurkan operasi baru di Amerika Serikat.
Di sisi lain, dia ingin menunjukkan solidaritas dengan sekutu Asia yang hidup dalam bayang-bayang senjata nuklir Korea Utara, dan menjadi skeptis terhadap komitmen keamanan AS saat Presiden Donald Trump menjabat.
Keyword : Joe Biden Amerika Serikat Korea Selatan