Erick Thohir Tekankan Pentingnya Akhlak untuk Kemajuan Bangsa

Jum'at, 20/05/2022 08:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri BUMN Erick Thohir terus mengingatkan bahwa bangsa Indonesia perlu membangun masyarakat berakhlak di semua lapisan.   Dia mengatakan masyarakat berakhlak berperan bagi kemajuan bangsa.   “Ketika ada kesulitan kita saling membantu. Ada kebahagiaan saling bantu. Ingat, kekayaan tanpa akhlak akan jadi kerakusan. Kepintaran tanpa akhlak akan jadi zalim. Karena itu, kita harus membangun masyarakat berakhlak,” ujar Erick Thohir dalam video pendek yang diposting etroopers (relawan kemanusiaan yang digagas Erick Thohir) lewat akun Instagramnya, @etroopersid.   Tak hanya masyarakat, Erick Thohir berkata akhlak juga harus ada dalam jati diri para pemimpin.   “Pemimpinnya, sami, harus berakhlak juga. Sami-sami semuanya,” kata Erick.   Sejak memimpin Kementerian BUMN, Erick Thohir memang selalu menggaungkan tentang akhlak. Bahkan, dirinya menetapkan Akhlak menjadi standar nilai perilaku yang menjadi pedoman dalam berbudaya kerja dalam mewujudkan spirit BUMN untuk Indonesia.   Akhlak yang dimaksudkan itu adalah kepanjangan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.   Nilai-nilai yang digagas oleh Menteri BUMN Erick Thohir tersebut telah ditetapkan sebagai pedoman budaya kerja seluruh BUMN di bawah naungan Kementerian BUMN sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor : SE-7/MBU/07/2020 tanggal 1 Juli 2020.   Tak hanya di tubuh Kementerian, tata nilai atau core values yang dirumuskan akan diimplementasikan ke seluruh perusahaan pelat merah.    Masing-masing nilai Akhlak memiliki penjabarannya sendiri serta dilengkapi panduan perilaku dan kode etik atau kode perilaku yang akan diterapkan di Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaannya.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya