Dedi Mulyadi: Memaafkan Lebih Berat dari Meminta Maaf

Senin, 02/05/2022 22:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menyampaikan pada momentum hari Raya Idul Fitri ini memaafkan jauh lebih berat dari pada meminta maaf.

"Sifat jelek itu bukan merasa salah, tapi merasa benar," kata Dedi dalam keterangannya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin.

Ia mengatakan sekarang ini umat Islam di Tanah Air merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H yang biasa digunakan oleh masyarakat sebagai momen saling memaafkan.

“Pada akhirnya perjalanan Ramadhan mengantarkan kita ke hari di mana harus bersih hatinya, memaafkan ke sesama dan mau meminta maaf,” kata dia.

Dikatakannya, seseorang yang merasa memiliki salah pasti meminta maaf. Berbeda dengan orang yang merasa paling benar sehingga selalu sulit untuk memaafkan.

“Sifat jelek itu bukan merasa salah, tapi merasa benar. Orang buruk bukan melakukan kesalahan, tapi orang buruk itu yang tidak mau mengakui kesalahan sehingga menganggap dirinya paling benar,” kata Dedi.

Sifat tersebut bisa jadi ada pada orang yang memiliki pengetahuan, tapi tidak memiliki rasa dan tidak memiliki hati.

“Dampaknya orang memimpin tidak pakai hati, usaha tidak pakai hati, bangun rumah tidak pakai hati. Pemimpin tidak pakai hati membangun tanpa rasa humanis, berdagang tidak pakai hati akhirnya minyak ditimbun sampai mahal, membangun rumah tidak pakai hati akhirnya orang tidak diberi akses jalan dan tidak punya tetangga,” katanya.[ant]

TERKINI
Iran Kecam IAEA, Anggap Laporan Nuklir Alat Tekanan Politik Penipuan Tiket Konser BTS Singapura, Korban Rugi hingga Ratusan Juta Guru Akui TPG Bantu Tingkatkan Mutu Pembelajaran di Kelas Vox Point Indonesia: Banyak Ortu Bangga Anak 2 Tahun Bisa Calistung