Jum'at, 29/04/2022 16:30 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Layanan kereta barang lintas batas antara Korea Utara dan China telah dihentikan setelah serangkaian infeksi COVID-19 di kota perbatasan China, Dandong.
Pihak berwenang di Dandong memutuskan penangguhan atas permintaan Korea Utara, kantor berita Yonhap, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
Penangguhan itu terjadi kurang dari empat bulan setelah Korea Utara melonggarkan penguncian perbatasan selama bertahun-tahun terhadap virus corona yang dimulai pada awal 2020.
Kelompok bantuan internasional mengatakan penguncian ketat memperburuk masalah ekonomi dan mengancam pasokan makanan bagi jutaan orang.
JD Vance Tegaskan AS Cukup Kuat Hadapi Ancaman Global Termasuk China
AS Desak Negara-Negara G20 Tinjau Kesepakatan Dagang dengan China
Korban Tewas Banjir dan Longsor Nepal-Tibet Tembus 804, Hampir 3.300 Hilang
Pihak berwenang di Seoul, ibu kota negara tetangga Korea Selatan, mengatakan mereka terus mengawasi situasi tersebut.
"Pemerintah sedang memantau dengan cermat kemungkinan perubahan dalam langkah terkait menyusul kasus COVID-19 di wilayah Dandong," kata seorang pejabat kementerian unifikasi, yang bertugas menangani hubungan antara kedua negara.
Pada Rabu, Dandong memiliki 77 kompleks perumahan yang dikunci, sementara warga di bagian lain kota diminta untuk tinggal di dalam area yang ditentukan.
Kota di China telah memerangi wabah COVID-19 sejak akhir April, melaporkan 220 infeksi dari 24 April hingga 27 April.
Sumber: Reuters