Minggu, 25/02/2018 02:48 WIB
Jakarta - Tanpa disadari, pernahkah Anda melakukan kebiasaan seperti menempatkan keranjang sampah secara teratur, menata pakaian berdasarkan gradasi warna atau panjang lengan, atau melakukan sesuatu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan? Mungkin Anda tipe orang yang perfeksionis.
Pakar psikolog Elizabeth Lombardo Ph.D.berlisensi mengungkapkan dalam beberapa hal, kebanyakan orang masih berkutat pada hal-hal yang mengarah pada perfeksionis. Sifat itu adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Berikut sembilan hal yang dapat memengaruhi sikap perfeksionis
Beberapa kata sempurna, gagal, benar atau salah, baik atau buruk sering menjadi pilihan kata yang Anda gunakan. Misalnya, "Dia orang jahat." Anda tidak lagi menggunakan ungkapan, "Dia kadang-kadang bisa berbuat jahat."
Tidak mudah percayaAnda lebih suka mengerjakan segalanya sendiri ketimbang meminta teman atau rekan melakukannya untuk Anda.
Sudah Diet Berat Badan Tidak Turun, Ini Alasannya
Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Diluncurkan
Ini Daftar Makanan Pemicu Asam Urat yang Perlu Dibatasi
Jika Anda memiliki pencapaian yang tinggi, seringkali Anda ingin agar orang melakukan hal yang serupa. Jika teman, rekan atau anak buah Anda melakukan tidak sesuai ekspektasi, Anda biasanya akan merasa kecewa.
Sulit menyelesaikan tugas tepat waktuBukan karena Anda tidak mampu, melainkan Anda memiliki sederet target yang harus Anda penuhi agar menghasilkan sebuah hasil yang terbaik. Memikirkan hasil yang ideal membuat Anda sulit untuk percaya dengan hasil pekerjaan yang telah dilakukan.
Tidak ada kata yang lebih sering terngiang dalam benak Anda selain Anda harus melakukan sejumlah pekerjaan dan rutinitas tertentu, demi menunjang karir dan kehidupan yang Anda jalani.
Penuh percaya diriMeskipun sulit menyelesaikan tugas tepat waktu, tapi ketika pekerjaan yang Anda selesaikan sesuai dengan target, biasanya Anda akan merasa lebih percaya diri. Kepercayaan diri ini sangat bermanfaat sebagai modal untuk pekerjaan selanjutnya.
Dikutip dari Psychology Today, orang perfeksionis biasanya larut dalam suatu kesalahan yang dibuat dalam pekerjaan. Anda, misalnya, akan merasa buruk ketika hasil pekerjaan tidak sesuai target atau menemui kegagalan.
Suka menunda pekerjaanKepercayaan diri ternyata tidak selamanya menjadi nilai positif bagi orang perfeksionis. Dengan kepercayaan diri tersebut, Anda akan lebih mudah menunda-nunda pekerjaan. Hal yang paling sering Anda pikirkan adalah jika Anda mampu melakukan sesuatu secara sempurna, jadi untuk apa menyelesaikannya cepat-cepat.
Keyword : Perfeksionis gaya hidup