China Tuding Drone Amerika Sebagai Mata-Mata

Senin, 19/12/2016 16:11 WIB

Beijing - Angkatan Laut China menganggap, satu unit pesawat tanpa awak (drone) bawah air yang disita dari Laut China bagian selatan, adalah bagian dari upaya mata-mata Amerika Serikat di wilayah yang disengketakan.

Presiden terpilih AS Donald Trump, berjanji akan lebih agresif dalam mengatasi persoalan ekonomi dan kebijakan militernya dengan China dan  langsung menyikapi penyitaan drone yang tidak seperti biasanya itu dengan menunjukkan ciutan provokatif di Twitternya, menuduh Beijing mencuri perangkat tersebut.

Pentagon menyampaikan kepada publik atas kekecewaannya mengenai insiden itu dan  mengatakan bahwa pihaknya bersikukuh mendapatkan kembali drone tersebut. Dan China masih melihat saat yang tepat mengembalikannya. Bahkan menuding Washington membuat sensasi atas isu tersebut.

Media milik  Partai Komunis, People`s Daily memuat komentar bahwa USNS Bowditch yang mengoperasikan drone tersebut sebagai rangkaian tindakan dalam operasi mematai-matai China. "Tidak memperbesar persoalan drone tidak bisa menyembunyikan keinginan nyata dari motivasi tindakannya," demikian komentar di koran itu.

"Drone yang mengapung di permukaan Laut China Selatan itu merupakan ujung dari gunung es strategi militer AS, termasuk dalam menghadapi China," tulis media tersebut.

TERKINI
Demi Pindah Barcelona, Gabriel Jesus Rela Terima Potongan Gaji City Sepakat Tebus Enzo Fernandez dari Chelsea Rp2,6 Triliun Manchester City Siap Lepas Claudio Echeverri ke Benfica AS Klaim Kuasai Minyak Venezuela 100 Tahun, Dapat Hak Veto