Jum'at, 18/03/2022 16:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau semua kepala daerah waspada terhadap kondisi geopolitik dunia yang berubah drastis usai konflik Rusia-Ukraina.
Ganjar menilai konflik antarnegara di Eropa timur tersebut turut memengaruhi situasi di negara lain, tidak terkecuali Indonesia.
"Rentetannya (dampaknya) panjang, harga minyak dunia naik, gasnya naik. Hati-hati. Itu akan berpengaruh pada kita," kata Ganjar.
Ganjar menuturkan banyak komoditas yang bisa terpengaruh akibat naiknya harga minyak dan gas dunia. Misalnya, pupuk dan kebutuhan pokok.
Komisi I Bahas Geopolitik-Pasukan di Timteng bersama Menhan
Gubernur Jateng Saat Halalbihalal Pasbata: Gotong Royong adalah Kekuatan
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Terkait dengan kondisi itu, Ganjar pun meminta Bupati/Wali Kota di wilayahnya untuk menyiapkan bahan makanan pendamping selain beras, seperti jagung dan singkong.
"Maka saya minta siapkan politik pangan. Siapkan bahan makanan pendamping, kalau bapak/ibu makan nasi jagung, ora popo (tidak apa-apa), makan thiwul oke," kata Ganjar.
Ganjar mencontohkan saat ini harga minyak goreng masih tinggi. Padahal, dia berkata operasi pasar terus dilakukan.
"Hati-hati, itu bisa mengganggu kondisi ekonomi kita. Biasanya volatile food bisa naik. Kita harus jaga-jaga, apalagi sebentar lagi ramadhan," tegas Ganjar.
Ganjar menambahkan pihaknya juga sedang menyusun strategi untuk mengantisipasi dampak-dampak yang kemungkinan timbul akibat gejolak politik dunia.
"Politik pangannya harus bagaimana, energi, perdagangan, pariwisata, UMKM dan lain-lain harus bagaimana. Kan harus ada antisipasi-antisipasi dan dicarikan penyelesaian," kata Ganjar.