Politisi Kritisi Lambannya Inggris Bantu Pengungsi Ukraina

Kamis, 17/03/2022 14:49 WIB

London, Jurnas.com - Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Sir Ed Davey, mengkritisi lambannya pemerintah Inggris dalam membantu para pengungsi Ukraina di perbatasan Polandia.

Dikutip dari BBC pada Kamis (17/3), Davey yang baru-baru ini mengunjungi perbatasan Polandia-Ukraina, mengatakan dia melihat sejumlah besar perempuan Ukraina yang kelelahan dan trauma, setelah melakukan perjalanan jauh.

Davey menyebut 19 negara lain di pusat bantuan kemanusiaan terdekat dengan agen pengungsi, menyambut dan membantu mereka pindah, tetapi tidak ada perwakilan Inggris.

"Saya berbicara dengan pekerja bantuan Inggris yang ada di sana membagi-bagikan makanan dan popok dan cokelat dan hal-hal seperti itu dan mereka putus asa," kata Davey.

Ada kritik terhadap skala dan kecepatan respons Inggris terhadap krisis pengungsi. Sekitar 5.500 visa telah diberikan di bawah Skema Keluarga Ukraina dan 20.000 aplikasi telah diajukan per pukul 16.00 pada Rabu (16/3) kemarin.

Pemerintah mengatakan skema visa diberikan untuk pengungsi Ukraina, dan penting untuk melakukan pemeriksaan keamanan dan pengamanan pada orang yang datang ke negara itu.

"Kami tidak akan dapat memainkan peran kami dan mendapatkan pengungsi Ukraina yang ingin datang ke Inggris di sini dengan cepat dan aman, kecuali kami memiliki kehadiran Inggris di lapangan, didukung oleh pemerintah," terang Davey.

"(Juga) menyediakan pelatih dari perbatasan ke bandara dan kemudian pengangkutan udara darurat kembali ke Inggris, tanpa visa," tutup dia.

TERKINI
Ini Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Sesuai Syariat Islam KPK Periksa Pengusaha Heri Black Terkait Korupsi Bea Cukai KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Korupsi Kuota Haji Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka