Selasa, 08/03/2022 12:35 WIB
Surabaya, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap motor listrik Bike Smart atau BS Elektrik bisa segera mengaspal di jalanan. Saat ini motor listrik BSE masih dalam tahap uji tipe yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Setelah uji tipe selesai bisa segera dipasarkan kepada konsumen di Indonesia.
"Kita harapkan uji tipe di Kementerian Perhubungan bisa segera selesai. Sehingga, motor listrik BS Elektrik (BSE) bisa diproduksi massal dan dijual ke masyarakat umum pada tahun ini. Motor listrik BSE bisa ikut menggairahkan industri kendaraan listrik di Indonesia," ujar Bamsoet saat mengunjungi pabrik motor listrik BSE di Surabaya, Selasa (8/3/22).
Bamsoet menuturkan, IMI menghadirkan motor listrik BSE hadir untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat migrasi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan bermotor listrik. Selain ramah lingkungan karena tidak menyebabkan polusi udara, motor listrik BS juga ramah `kantong` karena harga jualnya yang sangat terjangkau sekitar Rp 10 juta - Rp 15 juta.
"Jarak tempuh motor listrik BSE bisa mencapai 80 km sekali isi baterai. Kecepatan mencapai 45 km/jam. Kebutuhan chargingnya cukup 6-8 jam baterai sudah terisi penuh. Baterai diisi malam hari, pagi harinya sudah bisa digunakan untuk aktifitas sehari-hari," kata Bamsoet.
Fraksi Partai Golkar MPR Dukung Kebijakan Ekspor Satu Pintu
K3 MPR RI Kaji Implementasi Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945
Lestari Moerdijat: Butuh Pola Pendampingan Tepat untuk Karakter Anak Bangsa
Bamsoet menuturkan, komponen motor listrik BSE menggunakan komponen yang diproduksi di dalam negeri hingga 70%. Mulai dari jok, lampu, bodi hingga ban. Komponen tersebut diproduksi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam negeri.
"Komponen motor listrik BSE yang masih diimpor dari negara lain hanya dinamo dan baterai. Untuk baterai motor listrik BSE bisa dimodifikasi dengan kapasitas daya yang lebih besar. Jadi, jika pemilik motor listrik BSE ingin motornya mampu menempuh jarak lebih jauh, bisa mengganti baterai dengan kapasitas yang lebih besar," pungkas Bamsoet.