Selasa, 08/03/2022 12:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar disebut sebagai kandidat calon presiden (capres) 2024 yang paling religius.
Gus Muhaimin yang beken disapa Cak Imin unggul dibandingkan 10 nama kandidat capres lainnya berdasarkan ahsil survei key opinion leader profiling kandidat capres 2024 yang dilakukan Political Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia yang dirilis Minggu (6/3/2022).
Selain Cak Imin, nama figur kandidat capres yang disurvei antara lain Agus Harimurti Yudhoyono, Airlangga Hartarto, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Erick Thohir, Ganjar Pranowo. Ada pula nama Prabowo Subianto, Puan Maharani, Ridwan Kamil, serta Sandiaga Uno.
Tumbuh dalam Keluarga Religius Bisa Berdampak pada Kesehatan?
PKB: Ditjen Pesantren Percepat Transformasi Pendidikan
Indonesia Negara Paling Rajin Berdoa, Refleksi Religius atau Gejala Sosial?
Dari sisi religiusitas, nama Cak Imin mendapatkan nilai 7,52 dari total range penilaian 1-10, tertinggi dibandingkan 10 tokoh lainnya.
Cicit/cucu dari salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama KH. Bisri Syansuri itu mengungguli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diperingkat 2 dan 3.
Cak Imin dinilai yang berhasil mencitrakan diri sebagai sosok yang peduli terhadap santri dan ulama, serta konsisten membela kepentingan pesantren.
Lantas, apa kata Gus Jazil? Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB yang bernama lengkap Jazilul Fawaid itu mengatakan, sosok Cak Imin sebagai kader tulen NU dan Panglima Santri memang lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren.
Hingga saat inipun, jelas Gus Jazil, pergulatan Cak Imin berada di jalur politik, tapi selalu bersinggungan dengan dunia pesantren.
”Kalau ada survei yang menyebut Gus Muhaimin/Cak Imin kandidat capres paling religius, ya memang beliau lahir dan tumbuh di lingkungan pesantren. Bahkan, kakek buyut beliau, KH Bisri Syanyuri merupakan salah satu kiai besar pendiri Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Jazil- sapaan akrab Jazilul Fawaid- Selasa (8/3/2022).
Gus Jazil mengatakan, faktor religiusitas menjadi modal penting Gus Muhaimin sebagai calon pemimpin bangsa. PKB pun mantap tanpa ragu menetapkan Cak Imin Capres 2024.
"Kita tidak bisa membayangkan bagaimana pemimpin bangsa yang mayoritas penduduknya beragama Islam, jika tidak memiliki dasar keagamaan yang kuat. Ini tentu salah satu keunggulan Gus Muhaimin sebagai calon pemimpin bangsa,” tuturnya.
Menurut Gus Jazil, sebagai pemimpin PKB yang dilahirkan dari rahim NU, Cak Imin konsisten berusaha untuk mendekatkan partai yang dipimpinnya dengan kalangan ulama dan pesantren.
PKB bahkan yang mempelopori dan mengawal UU Pesantren serta Hari Santri Nasional, dan disahkannya Perpres No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Selain berbekal keagamaan yang kuat, Gus Jazil, menyebut sosok Cak Imin sudah teruji sebagai pemimpin. Salah satunya sukses mengantarkan PKB menjadi salah satu parpol besar di Tanah Air dengan struktur kepengurusan yang solid dari tingkat atas hingga ranting.
”Gus Muhaimin juga merupakan aktivis organisasi sejak muda. Beliau mantan ketua umum PB PMII, wakil ketua DPR dua kali, wakil ketua MPR, dan pernah menjadi menteri."
"Kapasitas beliau ini didukung religiusitas yang sangat kental dan kuat, menjadi modal sebagai pimpinan bangsa yang kuat pula. Profil beliau ini yang tidak dimiliki kebanyakan kandidat capres yang muncul lainnya,” kata Gus Jazil.
Sentara Survei Political Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia dilakukan dengan meminta pandangan 207 tokoh atau Key Opinion Leader (KOL) di 34 provinsi pada Februari 2022.
Ada 11 indikator penilaian, dari kepemimpinan politik, intelektualitas, sampai integritas moral. Pengukuran dalam survei KOL ini menggunakan Skala Likerts.
Dengan Skala Likert, sikap, pendapat, dan persepsi para tokoh yang bersifat kualitatif dapat diolah menjadi data kuantitatif.
Metode ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi para tokoh tentang isu-isu keamanan dan ketertiban dengan penilaian berjenjang.