Minggu, 06/03/2022 22:17 WIB
Kiev, Jurnas.com - PBB melaporkan jika sedikitnya 351 orang di Ukraina dipastikan meninggal dunia dan 707 lainnya mengalami luka sejak pasukan Rusia melancarkan serangan pada 24 Februari.
Menurut badan PBB, OHCHR, sebagian besar korban sipil tewas akibat penggunaan senjata peledak, termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur banyak roket serta serangan udara.
OHCHR adalah kantor komisioner tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan hak asasi manusia.
"OHCHR meyakini bahwa jumlah (korban) yang sesungguhnya jauh lebih tinggi, terutama di wilayah kekuasaan Pemerintah dan dalam beberapa hari belakangan, sebab perolehan informasi dari sejumlah titik perang tertunda dan banyak laporan yang masih menunggu konfirmasi," katanya.
Rusia Ancam Serang Pabrik Senjata Eropa Pemasok Ukraina
NATO Respons Enteng Ancam Rusia, Anggap Gertak Sambal
NATO Sebut Aksi Sabotase Rusia Gagal Goyahkan Eropa
Misi itu menyebutkan bahwa dugaan soal ratusan korban jiwa berjatuhan di Volnovakha belum dikonfirmasi. Di kota itu, jalur evakuasi yang aman sedang diupayakan untuk bisa melewati pengepungan pasukan Rusia.(Antara)