Sabtu, 05/03/2022 23:04 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menilai tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengangkat jenderal polisi bintang dua aktif sebagai direktur jenderal di Kementerian Kelautan dan Perikanan mengancam birokrasi dan demokrasi.
Diketahui Trenggono baru saja mengangkat Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo, sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL). Sebelumnya, Trenggono juga menunjuk Laksamana Muda TNI Adin Nurawaludin menjadi Direktur Jenderal Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan.
"Jika terus begini, maka birokrasi dalam bahaya dan demokrasi pun dalam bahaya. Ini mungkin rakyat menyebutnya multifungsi polisi dan dwi fungsi TNI dengan wajah yang mirip di zaman Orba " kata Ujang dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (5/3).
Ujang menduga pengangkatan jenderal aktif TNI dan Polri ini memiliki kepentingan politis. Namun, ia mengaku belum mengetahui pasti terget dari pengangkatan tersebut.
Perluas Akses Pasar KNMP, KKP Libatkan E-Commerce
Lebaran 2026, KKP: Stok Ikan Aman, Pelabuhan Tetap Beroperasi
Infrastruktur Kampung Nelayan Kurang Baik, Menteri KKP Ngamuk
"Yang tidak politis itu, jika pengangkatan pejabatnya dari pejabat karier di internal kementerian," ujarnya.
Sementara itu Trenggono maupun Juru Bicara KKP Wahyu Muryadi tak merespons saat dikonfirmasi soal kritik pengangkatan jenderal aktif Polri maupun TNI tersebut.
Sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono melantik sembilan pejabat baru lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Jumat (4/3).
Pelantikan ini sebagai salah satu upaya KKP mengakselerasi program-program prioritas untuk menjaga kesehatan dan ketahanan laut dalam jangka panjang, memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saya mengucapkan selamat bertugas untuk sembilan pejabat yang dilantik di amanah yang baru, bekerjalah dengan profesional dan berintegritas tinggi. Seperti yang sering saya sampaikan, bahwa tidak ada super-man, yang ada adalah super-team," ujar Menteri Trenggono dalam sambutannya pada upacara pelantikan.
Sembilan pejabat baru tersebut terdiri dari dua jabatan Pimpinan Tinggi Madya, lima jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, serta Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).
Dua nama yang dilantik mengisi jabatan Pimpinan Tinggi Madya adalah Irjen Pol Victor Gustaaf Manoppo, sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi, M.Sc sebagai Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP).