Bendum NasDem Minta Ketua PBNU Menjaga Komitmen Tidak Berpolitik Praktis

Kamis, 03/03/2022 14:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Bendahara Umum (Bendum) Partai Nasdem Ahmad Sahroni mengingatkan agar Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf agar menjaga komitmen tidak berpolitik praktis.    Menurut Sahroni, selama ini PBNU dikenal masyarakat sebagai organisasi yang mewadahi umat dan tidak terjun dalam politik praktis.   “Saya melihat sejak awal PBNU ini tidak terjun dalam politik praktis, begitu juga dengan kepemimpinan Gus Yahya yang sejak awal meminta kadernya agar berkomitmen untuk tidak berpolitik praktis, dan saya sangat mendukung semangat ini. Karenanya, kita harapkan hal ini konsisten diikuti oleh Gus Yahya dan seluruh kader NU di tanah air,” ujar Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Kamis (3/3).   Hal itu menanggapi wacana penundaan Pemilu 2024 yang diusulkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Usulan penundaan Pemilu tersebut ditanggapi oleh Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang menyebut bahwa penundaan itu dirasa masuk akal untuk dilaksanakan.   Selanjutnya, Sahroni juga meminta PBNU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk fokus pada pemberdayaan umat dan menjaga keutuhan bangsa.   “NU pada dasarnya kan memang organisasi yang fokus terhadap pemberdayaan umat dan menjaga keutuhan bangsa, sehingga seharusnya memang PBNU tetap fokus pada hal-hal tersebut, Biarlah urusan wacana-wacana politik seperti ini diurus oleh pihak-pihak yang sudah merupakan domainnya, seperti para politisi,” demikian Sahroni.

TERKINI
Gus Ipul: Kemensos Dorong Penerima Manfaat Aktif jadi Anggota KDMP Wamenag: Jangan Buru-buru Kaitkan Ledakan Bom di Sekolah dengan Radikalisme Kenaikan Suhu Panas Global Diprediksi Picu Lonjakan Bunuh Diri pada 2050 Kemenhub Wisuda 361 Perwira STIP Indonesia