Kamis, 24/02/2022 03:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, membatalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, yang direncanakan pada Kamis (24/2) ini.
Pembatalan ini disampaikan menyusul pengakuan Moskow atas dua wilayah di wilayah timur Ukraina sebagai negara merdeka, yakni Donetsk dan Luhansk.
Padahal pada Selasa (22/2) lalu, Blinken mengatakan bahwa dia telah setuju untuk bertemu Lavrov, hanya jika Rusia tidak menginvasi Ukraina.
"Sekarang kita melihat invasi dimulai dan Rusia telah memperjelas penolakannya terhadap diplomasi, tidak masuk akal untuk melanjutkan pertemuan itu saat ini," tegas Blinken setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Washington DC pada Rabu (23/2) dikutip dari Aljazeera.
Drone Ukraina Hantam Tiga Kapal Perang Rusia di Krime
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
Blinken mengatakan dia masih berkomitmen untuk diplomasi "jika pendekatan Moskow berubah", dan akan melakukan apa pun yang dia bisa "untuk mencegah skenario kasus yang lebih buruk, serangan habis-habisan di seluruh Ukraina, termasuk ibu kotanya".
"Tetapi kami tidak akan membiarkan Rusia mengklaim kepura-puraan diplomasi, pada saat yang sama mempercepat perjalanannya di jalur konflik dan perang," imbuh dia.
Sanksi baru dijatuhkan pada Rusia setelah Vladimir Putin mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri pada Senin lalu, dan memerintahkan pasukan Rusia ke Ukraina timur untuk "menjaga perdamaian".
Keyword : Anthony Blinken Amerika Serikat Rusia vs Ukraina