Kamis, 24/02/2022 06:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kabid Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri menyindir Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, perihal gonta-ganti kurikulum.
Bila adagium lama berbunyi `Ganti Menteri, Ganti Kurikulum`, menurut Iman kini Nadiem malah menampilkan tradisi baru.
"Memang betul kita tidak ganti menteri ganti kurikulum. Sekarang malah kita dalam satu menteri, kurikulumnya berganti-ganti," sindir Iman dalam webinar Vox Populi Institute Indonesia pada Senin (21/2) lalu.
Iman mengatakan, sejak Nadiem dilantik sebagai Mendikbudristek oleh Presiden Joko Widodo, mantan CEO Gojek itu telah memunculkan tiga kurikulum. Yakni, Kurikulum Darurat, Kurikulum Prototipe, dan terakhir Kurikulum Merdeka.
Waka MPR: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Profil Nadiem Makarim, Mantan Menteri Pendidikan Tersangka Korupsi Laptop
Kejagung Jemput Paksa Konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief
Meskipun perubahannya tidak terlalu besar di antara ketiga kurikulum tersebut, lanjut Iman, tetap saja membingungkan banyak pihak, tak terkecuali satuan pendidikan.
"Meskipun ini hanya semiotik, itu ya sama saja akan semakin membingungkan," tegas dia.
Salah satu bentuk kebingungan itu ialah perihal sosialisasi Kurikulum Merdeka. Iman menilai sampai hari ini belum ada payung hukum kuat untuk Kurikulum Merdeka.
"Belum lagi bicara naskah akademik, dokumennya seperti apa, bagaimana kita (mau) sosialisasi?" tutup dia.