Senin, 21/02/2022 09:41 WIB
Jember, Jurnas.com – Ketua Umum Partgai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin yang beken disapa Cak Imin) semakin banyak mendapat dukungan publik seiring kerja politik yang dikembangkan di daerah-daerah.
Pergerakan Cak Imin Capres 2024 ini ternyata dipantau serius oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara bahkan cukup rajin menanyakan kondisi atau perkembangan di lapangan dari safari politik yang dilakukan ke berbagai daerah di Tanah Air.
”Saya terus, bolak balik ditanya sama Pak Presiden, Pak Jokowi, bolak balik ditanya gimana perkembangan? Perkembangan lapangan bagaimana? Saya bilang, ’good’ gitu aja."
"Buktinya apa? Datang sendiri ke Jember, lihat sendiri ke Malang, lihat Sidoarjo, lihat Surabaya,” ungkap Cak Imin saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim Gus Muhaimin dengan Kiai Kampung se-Jember di Pondok Pesantren Darul Arifin, Curah Kalong, Gambirono, Jember, Jawa Timur, Minggu (20/2/2022).
Survei Kandidat Ketum PBNU, Kiai Imam Jazuli Ungguli Gus Yahya
Menag Sebut NU Pesantren Besar dan Pilar Moderasi Beragama
KPK Cecar Petinggi PWNU Soal Inisiatif Pembagian Kuota Haji Khusus
Cak Imin yang merupakan Cicit dari salah satu pendiri NU KH. Bisri Syansuri mengatakan dukungan dari berbagai kalangan terus bermunculan setiap hari.
"Tampaknya Pak Jokowi memonitor terus perkembangan (dukungan masyarakat). Jadi kalau nggak ada geliat kenaikan, ya saya malu sama Pak Jokowi ini buktinya (dukungan) mana,” katanya.
Keponakan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengaku tidak menyangka antusias masyarakat, utamanya warga NU untuk mendukungnya maju sebagai capres 2024 luar biasa besar.
Terlebih kader muda di seluruh Jawa Timur, dan berbagai kabupaten dan provinsi di Indonesia sangat tinggi, terutama kaum muda yang menginginkan ada kader Nahdlatul Ulama (NU) bisa memimpin negeri ini.
"Saya sangat terkejut karena ternyata motivasinya sangat tinggi, harapannya sagat kuat,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, tingginya harapan dan impian warga NU untuk memiliki pemimpin dari kader NU sendiri, merupakan impian yang sudah lama terpendam sejak Gus Dur presiden 1999-2021. (Diturunkan baru dua tahun menjabat Presiden).
”Ini yang saya sebut sebagai silent hope, harapan yang selama ini terpendam dalam diam di hati santri-santri, kaum nahdliyin yang menginginkan kembalin ada kader NU memimpin negeri ini,” tuturnya.
Cak Imin menyebut, dukungan yang begitu massif dari berbagai kalangan membuatnya semakin optimistis dalam melangkah menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Tentu dukungan ini membuat saya semakin yakin dan optimistis terutama di Jatim, kekuatan basis kita yang akan memberikan dukungan yang kuat kepada persiapan PKP, persiapan saya untuk menghadapi Pemilu 2024,” urai Cak Imin.